Ada pro dan kontra dalam menerima quiet hiring ini. Positifnya, bisa menjadi kesempatan untuk membangun keahlian. Namun, negatifnya adalah karyawan mengalami kelelahan akibat limpahan tugas tambahan tanpa kompensasi gaji.
4. Overemployment
Overemployment merujuk pada orang yang memiliki beberapa pekerjaan sekaligus—bahkan pekerjaan full time—dalam satu waktu. Kecenderungan ini sedang meningkat, khususnya di bidang teknologi.
Baca Juga: Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
Sebagian orang mampu menyelesaikan dua atau tiga pekerjaan pekerjaan full time sekaligus karena dilakukan secara remote dengan tujuan mendapatkan tambahan penghasilan. Namun banyak pula yang terpaksa melakukannya dan gagal.
5. Bare minimum mondays
Istilah ini digunakan saat karyawan fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ringan pada hari Senin, untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas yang lebih berat selama beberapa hari ke depan.
Tujuan dari bare minimum mondays adalah agar para pekerja dapat memulai minggu kerja mereka dengan pola pikir yang jernih dan terfokus.
6. AI-proofing your career
Dengan kemajuan teknologi, banyak pekerja yang merasa perlu beradaptasi dan mempersiapkan karirnya untuk masa depan.
Jadi, AI-proofing your career seolah memastikan pekerja untuk mengambil peluang pembelajaran dan peningkatan keterampilan dalam teknologi AI untuk mendongkrak kompetensi di dunia kerja.
Baca Juga: 6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!
7. Productivity paranoia
Sejak adanya sistem kerja WFH dan hybrid, mulai banyak manajer yang merasa curiga dengan timnya. Menurut studi Microsoft, hanya 12% pemimpin yang yakin bahwa timnya produktif. Padahal, 87% karyawan merasa bahwa mereka produktif.
Para manajer yang mengalami productivity paranoia dan berusaha untuk terus memantau karyawannya ini bisa menyebabkan kecemasan bagi para pekerja.