"Karena kesalahan memotong daging sapi yang hanya menghasilkan 12 dari seharusnya 16 porsi, harga 1 porsinya menjadi lebih mahal," terang Chef Vindex Tengker.
"Padahal, kalau chef memotong dengan benar, harga porsinya jauh lebih ekonomis," tutur Chef Vindex Tengker.
Chef Vindex Tengker, seterusnya, memberi contoh daging sapi australia atau daging sapi lokal Indonesia pada umumnya di secondary cut bagian paha.
Daging sapi bagian paha rump atau daging tanjung, di Indonesia, biasanya dipotong dadu untuk dibuat rendang.
"Kalau dipotong dengan benar daging itu bisa jadi roast beef yang harga porsinya lebih mahal," ujar Chef Vindex Tengker.
Pada prinsipnya, lanjut Chef Vindex Tengker, memotong daging sapi dengan benar, dapat menambah nilai value added dari sisi harga porsi makanan dalam bisnis kuliner.
Contohnya, harga satu porsi rendang Rp 50.000.
"Dengan value added atau nilai tambah, misalnya menjadi roast beef dan sebagainya, harga bisa naik jadi Rp 60.000," kata Chef Vindex Tengker.
" Itulah yang bisa didapatkan dengan memaksimalisasikan cara memotong daging sapi baik dengan premium cut atau secondary cut," pungkas Chef Vindex Tengker.