Siapa saja yang mungkin melakukan tren ini?
Joe Galvin, seorang chief research officer, mengatakan bahwa career cushioning dapat terjadi kapan saja dalam karir karyawan dan tidak eksklusif untuk kelompok usia tertentu.
Meskipun profesional muda mungkin lebih cenderung melakukan tren ini saat mengeksplorasi berbagai industri, pekerjaan dan peluang pengembangan keterampilan, tetapi tidak menutup kemungkinan ini dilakukan juga oleh mereka yang lebih tua.
"Di sisi lain, profesional yang lebih berpengalaman juga dapat melakukannya untuk memastikan transisi yang mulus ke masa pensiun atau untuk mengejar karir encore, menekankan stabilitas dan keamanan finansial," ujar Joe.
Baca Juga: Pernah Dididik di Inter Milan, Ciccio Manassero Percaya Karakter Bisa Dibangun melalui Olahraga
Sebenarnya, tren career cushioning bukan sepenuhnya tren baru. Namun, akhir-akhir ini kembali banyak terjadi karena meningkatnya prevalensi pekerjaan jarak jauh, meluasnya penggunaan platform seperti LinkedIn, dan peningkatan akses ke peluang profesional.
Joe menjelaskan, "Tren ini pada dasarnya merupakan respons terhadap dinamika ketenagakerjaan yang berkembang. Individu menjadi lebih berhati-hati dalam mendiversifikasi keterampilan dan jaringan.”
Untuk itu, pekerja merasa perlu untuk melindungi karirnya dengan memahami pentingnya kemandirian dan harapan komitmen jangka panjang dari perusahaan mereka.
Jika kamu termasuk orang yang akan melakukan tren career cushioning ini, kamu tidak sendirian. Lagipula, mencari kestabilan dan keamanan dalam karir menjadi hal setiap pekerja. (Elga Windasari)