Career Cushioning, Tren Dunia Kerja yang Disebut Bakal Ramai Terjadi pada 2024

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 Desember 2023 | 21:49 WIB
Ilustrasi: Memperbarui CV adalah salah satu langkah career cushioning yang dilakukan untuk memberi rasa aman jika sewaktu-waktu terjadi PHK di perusahaan. (Freepik)
Ilustrasi: Memperbarui CV adalah salah satu langkah career cushioning yang dilakukan untuk memberi rasa aman jika sewaktu-waktu terjadi PHK di perusahaan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Ketidakpastian keadaan di tempat kerja—yang masih terus terjadi di berbagai belahan dunia, disebut akan melahirkan tren dunia kerja baru di 2024 nanti.

Respons terhadap ketidakstabilan dan rasa tidak aman saat bekerja tersebut melahirkan tren dunia kerja yang disebut dengan career cushioning.

Yang disebut career cushioning adalah strategi saat karyawan menambahkan rasa aman untuk karir mereka dengan mengambil langkah-langkah proaktif, seperti memperbarui CV dan profil LinkedIn, bahkan mungkin melamar pekerjaan.

Baca Juga: Meski Kerap Berkeluh-kesah, Ternyata Ada Beberapa Hal yang Bikin Gen Z Puas Saat Bekerja

Taylor Queen, seorang penasihat SDM menjelaskan, "Dengan terjadinya career cushioning, karyawan mungkin tidak ingin meninggalkan pekerjaan saat ini, tetapi memutuskan untuk mendapatkan cadangan jika pekerjaan harus berubah atau dihilangkan."

Alasan career cushioning bisa menjadi tren

Meskipun pasar tenaga kerja masih ketat, beberapa metrik seperti Indeks Keyakinan LinkedIn menunjukkan bahwa kurang dari setengah karyawan mengatakan bahwa mereka siap menghadapi penurunan ekonomi pada Oktober 2023.

"Bahkan jika prospek ekonomi telah membaik, pekerja mungkin akan tetap termotivasi oleh pembicaraan tentang career cushioning," kata Taylor.

Frekuensi tren dunia kerja ini akan terjadi juga tergantung pada industri karena beberapa sektor akan lebih rentan terhadap PHK dibandingkan dengan sektor lainnya.

Mengapa karyawan melakukan tren dunia kerja yang baru ini?

Alasan utamanya tentu saja karena banyak pekerja yang khawatir tentang keamanan pekerjaan mereka sehingga memilih untuk bersikap proaktif, menurut para ahli.

Baca Juga: Glock, Senjata Api Genggam Sejuta Umat, Laris di Film-film hingga Penjahat

"Menjadi proaktif, terutama bagi mereka yang berada di industri yang lebih kompetitif, dapat mengurangi downtime antar posisi jika mereka diberhentikan atau posisi mereka dihilangkan," Taylor menjelaskan.

Cara-cara seperti menghadiri seminar-seminar dunia kerja dan menjaga agar CV tetap selalu di-update merupakan strategi mereka bersikap proaktif, bahkan bagi mereka yang sebenarnya merasa aman dengan pekerjaannya.

Taylor bilang, "Bahkan, jika ada kesempatan kerja baru, maka mereka sangat mungkin memutuskan untuk membuat lompatan karir dan pindah ke pekerjaan tersebut, bahkan sebelum pengumuman PHK yang dibuat oleh perusahaan."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: New York Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X