Untuk mendapatkan “pekerjaan tersembunyi", kamu harus memiliki kehadiran online yang kuat di situs-situs seperti LinkedIn dan berbagai situs pekerjaan sehingga perekrut dapat menemukanmu.
Kedua, banyak perusahaan yang mulai menggunakan alat berbasis AI dan teknologi lainnya untuk memberikan rekomendasi pekerjaan dan saran karir yang lebih personal, berdasarkan aktivitas online seseorang, preferensi pekerjaan, dan aplikasi pekerjaan sebelumnya.
Baca Juga: Lebih dari 70% Lowongan Kerja di Republik Ceko Dibuka untuk Tenaga Kerja Asing, Kamu Berminat?
Untuk memanfaatkan kemajuan ini dan meningkatkan akurasinya, kamu harus memiliki personal branding kuat yang mendukung tujuan pekerjaan saat ini.
Pastikan bahwa semua profil di LinkedIn, aplikasi pekerjaan yang relevan, dan platform layanan karir terisi penuh, serta tuliskan daftar keterampilan dan pengalaman dirimu.
3. Fokus ulang pada (re)lokasi
Pada tahun-tahun awal pascapandemi, banyak perusahaan memiliki pengaturan kerja yang fleksibel dan menawarkan opsi kerja jarak jauh permanen kepada karyawan secara penuh waktu atau juga hybrid.
Namun, tahun lalu mulai banyak bisnis yang mengingkari komitmen tersebut dan menerapkan return-to-office (RTO) untuk semua karyawan.
Padahal, menurut laporan State of Remote Work Buffer, ada sebanyak 98% karyawan jarak jauh yang menyatakan keinginan untuk terus bekerja remote sepanjang karirnya.
Sepertinya aturan RTO ini akan terus berlanjut hingga 2024 (dan seterusnya) karena lebih banyak perusahaan yang memberi ultimatum kepada karyawannya untuk kembali ke kantor atau kehilangan pekerjaan.
Jika kamu bersedia pindah untuk bekerja, jelaskan hal ini di resume dan profil LinkedIn yang bisa membuatmu lebih menonjol di antara yang lain.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Long Weekend di 2024 agar Tak Buang-buang Jatah Cuti Kantor
Jika tetap ingin bekerja jarak jauh secara freelance atau full time, teliti perusahaan dan tinjau deskripsi pekerjaan dengan cermat untuk menemukan peluang yang secara eksplisit menawarkan fleksibilitas.
4. Bersahabat dengan AI
Dengan kemajuan teknologi, melamar pekerjaan menjadi sangat mudah sehingga perusahaan lebih dibanjiri lamaran. Jika perusahaan menggunakan sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking System/ATS) yang didukung AI, maka pelajari teknologi tersebut.