PejuangKantoran.com - Mungkin kamu berasumsi bahwa tujuan setiap orang saat bekerja adalah naik jabatan dan naik pula gajinya. Ternyata, saat menjalani pekerjaannya, tidak semua karyawan memiliki pemikiran seperti itu.
Banyak karyawan merasa nyaman dengan peran mereka sehingga tidak ingin dipromosikan, demikian menurut laporan tahunan Randstad yang dirilis oleh Workmonitor, Rabu (17/1/2024) lalu.
Randstad, agensi HR yang berbasis di Amsterdam, mendapati bahwa 39% karyawan menolak naik jabatan karena mereka menyukai pekerjaan mereka saat ini. Sekitar 34% karyawan juga mengaku tak pernah ingin menjadi manajer.
Baca Juga: Baru Pulang dari Liburan ke Amerika, Natasha Wilona Cerita Pengalaman yang Memacu Adrenalinnya
Penelitian Randstad dilakukan terhadap 27.000 orang di 34 pasar di Eropa, Asia Pasifik, dan Amerika. Responden, yang berusia 18 hingga 67 tahun, bekerja setidaknya 24 jam seminggu.
Pekerjaan mereka adalah kontraktor independen, atau menganggur tetapi juga mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan di masa depan.
Penemuan tersebut menunjukkan bahwa motivasi orang untuk bekerja tidak selamanya didasari keinginan untuk naik jabatan.
"Pekerja memikirkan kembali apa arti ambisi, dan mereka menempatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work life balance), fleksibilitas, kesetaraan, dan keterampilan sebagai inti dari keputusan karier," kata CEO Randstad, Sander van 't Noordende.
Temuan Randstad sejalan dengan tren karir dalam beberapa tahun terakhir seperti "quiet quitting", "lazy girl jobs", dan "Bare Minimum Mondays". Tren ini mendorong orang untuk membiarkan pekerjaan menjadi nomor dua dalam hidup mereka.
Baca Juga: Thiess Indonesia Buka Lowongan Kerja Compliance Coordinator Procurement, Tanpa Batasan Usia!
Apa penyebab mereka enggan menapaki jalur karir yang lebih tinggi?
Beberapa pekerja yang lebih muda, termasuk Gen Z dan generasi milenial, ragu-ragu untuk mengambil pekerjaan dengan tanggung jawab manajerial karena kurangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan senior.
Mereka juga lebih berminat untuk mengedepankan work life balance, atau keyakinan bahwa uang tambahan tidak sebanding dengan pekerjaan dan tekanan ekstra.
Bagi perusahaan yang ingin mempertahankan dan mengembangkan karyawan, hasil temuan ini tentunya sangat jelas.
"Para pemberi kerja perlu melihat perkembangan di luar jenjang karir tradisional, dengan mempertimbangkan ambisi pribadi masing-masing individu," kata van 't Noordende.