kubikel

Exit Interview Diperlukan Saat Kamu Resign, Hati-hati Jangan Sampai Karyawan Merasa Berjarak

Jumat, 22 Maret 2024 | 15:47 WIB
Ilustrasi: Dalam exit interview, kamu diharapkan memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap perusahaan. (Unsplash/Mina Rad)

PejuangKantoran.com - Ketika kamu sudah diterima bekerja di tempat lain, terkadang kamu tidak cukup hanya berpamitan pada atasan dan rekan-rekan setim di kantor yang sekarang. Kamu juga harus mempersiapkan diri untuk melakukan exit interview.

Yang dimaksud exit interview adalah percakapan jujur antara atasan dan karyawan yang akan keluar, yang memungkinkan atasan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif tentang apa yang telah dilakukan atasan dengan baik, dan apa yang masih bisa mereka tingkatkan.

Baca Juga: Aaron Taylor Johnson Disebut-sebut Bakal Jadi James Bond Gantikan Daniel Craig

Mungkin kamu berpikir, untuk apa lagi exit interview, toh sebentar lagi kamu akan berhenti bekerja dari kantor ini dengan segala kebaikan dan kekurangannya?

Mantan atasan tentunya punya banyak hal yang ingin ditanyakan kepada kamu, dan umpan balik konstruktif yang kamu berikan tentu sangat berarti bagi masa depan perusahaan.

Dengan mengetahui alasan kamu berhenti bekerja, tentu mereka bisa memperbaiki diri.

Mengapa ada exit interview?

Perusahaan umumnya melakukan exit interview untuk mendapatkan umpan balik yang konstruktif dari karyawan yang meninggalkan perusahaan.

Memang tidak semua perusahaan melakukan kebiasaan ini, tetapi jika melakukannya, perusahaan akan mendapatkan wawasan yang berharga tentang bagaimana rasanya bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Takjil Favorit Bisa Kamu Beli di Depan Kantor saat Takjil War

Perusahaan ingin mengetahui pendapat karyawan mengenai lingkungan kerja, manajemen, beban kerja, dan lainnya. Singkatnya, mereka ingin tahu mengapa karyawan keluar mencari pekerjaan baru.

Mengapa mereka tidak ingin bertahan? Apa yang membuat posisi baru mereka lebih baik dari posisi mereka saat ini? Apakah ini sesuatu yang bisa diperbaiki oleh perusahaan ke depannya?

Exit interview akan memberikan umpan balik yang konstan, yang menggambarkan mengapa karyawan ingin bertahan, meninggalkan posisi mereka, dan apa yang perlu diubah oleh perusahaan.

Baca Juga: Restrukturisasi, Unilever PHK Karyawan 7.500 Orang

Karyawan yang terlibat dan merasa dihargai perusahaan lebih mungkin untuk bertahan di posisi mereka saat ini. Namun jika karyawan tidak terlibat atau merasa kurang dihargai, perusahaan perlu tahu untuk memperbaiki arah.

Halaman:

Tags

Terkini