Dalam pekerjaan sehari-hari, teknisi robotika bertugas menyiapkan robot untuk bekerja di pabrik hingga memecahkan masalah kesalahan system, dan melatih robot untuk melakukan tugas tertentu sesuai kebutuhan.
Persyaratan pendidikan: 49% teknisi robot memiliki gelar associate, 20% memiliki gelar sarjana, dan 19% memiliki ijazah sekolah menengah atas.
Baca Juga: Garap Horor dari Kisah Nyata di Vina: Sebelum 7 Hari, Anggy Umbara Nyaris Menangis Saat Syuting
Bidang studinya meliputi teknik kelistrikan atau teknologi teknik kelistrikan, bisnis, dan mekatronik atau robotika.
3. Software engineer
Pekerjaan di bidang robotika lainnya adalah software engineer, yang bertugas merancang, membangun, dan memecahkan masalah perangkat lunak tempat robot beroperasi.
Dengan menggunakan pengetahuan matematika dan bahasa pemrograman seperti Python, tim software developer membuat aplikasi yang memungkinkan robot melakukan tugas di dunia nyata, baik itu mengelas pipa knalpot atau sekadar memindai barcode.
Baca Juga: Cha Eun Woo 'Dilamar' Saat Fancon di Jakarta: Saya Belum Siap Menikah!
Persyaratan pendidikan: 73% software engineer memiliki gelar sarjana, 20% memiliki gelar master, dan 4% memiliki gelar associate. Bidang studinya meliputi ilmu komputer, teknik elektro, dan teknik komputer.
4. Robot operator
Operator robot bertanggung jawab untuk mengoperasikan robot di dunia nyata, khususnya di lingkungan industri yang sebagian besar digunakan untuk manufaktur.
Dalam pekerjaan sehari-hari, tugas operator robot meliputi menyiapkan peralatan hingga mengoperasikan robot dan memprogramnya untuk melakukan tugas tertentu.
Baca Juga: Google Pecat 28 Karyawan Imbas Protes Karyawan Soal Kerjasama dengan Israel
Persyaratan pendidikan: 48% operator robot memiliki ijazah SMA, 20% memiliki gelar associate, dan 16% memiliki gelar sarjana. Bidang studinya meliputi studi umum dan teknik elektro.
5. AI engineer