PejuangKantoran.com - Terminologi dari buku-buku psikologi semakin banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik secara langsung maupun melalui internet.
“Bahasa terapi,” demikian sebutannya, mengacu pada “bahasa preskriptif yang menggambarkan konsep dan perilaku psikologis tertentu,” menurut Rebecca Fishbein, penulis buku Good Things Happen to People You Hate.
Banyak dari istilah terapi ini berseliweran di TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya. Akhirnya, banyak yang salah menerapkan jargon klinis tersebut karena tidak memahami beberapa kompleksitas atau nuansanya.
Baca Juga: Ubah Urutan Makan Bisa Bikin Kamu Jadi Lebih Sehat, Ini Caranya
Berikut beberapa istilah terapi psikologi yang sering disalahgunakan dan mengapa penyalahgunaan istilah-istilah itu bisa menimbulkan implikasi negatif:
1. Triggered
Triggered adalah sesuatu yang “Memicu reaksi emosional yang kuat, sering kali terkait dengan trauma masa lalu atau pengalaman menyedihkan,” kata psikolog klinis asal Atlanta, Zainab Delawalla.
“Suatu pemicu bisa membawa seseorang keluar dari momen saat ini dan terbawa ke masa lalu, mengarahkan mereka untuk mengalami kembali trauma tersebut,” katanya.
Misalnya, seseorang yang pernah mengalami kebakaran rumah mungkin mengalami serangan panik ketika mereka mencium bau asap atau mendengar bunyi alarm kebakaran.
Namun sekarang orang sering menggunakan istilah "triggered" dalam percakapan santai sebagai cara untuk “menggambarkan situasi apa pun yang menimbulkan reaksi negatif, betapapun ringannya,” kata Delawalla.
Baca Juga: Jangan Dikucek, Ini Cara Paling Tepat Atasi Mata Kering!
2. Trauma
“Dalam terapi, trauma mengacu pada pengalaman yang sangat menyusahkan atau meresahkan, yang membebani kemampuan seseorang untuk mengatasinya, sering kali melibatkan bahaya atau ancaman bahaya terhadap nyawa atau anggota tubuh,” kata Delawalla.
“Hal ini dapat menyebabkan efek emosional, psikologis, dan fisik yang bertahan lama.”
Namun, dalam istilah terapi psikologi, kata trauma sering kali digunakan secara lebih bebas “untuk menggambarkan situasi sulit atau menantang,” katanya.