PejuangKantoran.com - Banyak karyawan yang merasa betah sekali bekerja, sehingga mereka rela bekerja lembur setiap hari.
Atau, mereka sangat menyukai pergaulan dengan rekan kerja sehingga tidak keberatan jika diminta kumpul-kumpul pada akhir pekan.
Namun, sebesar apapun kamu menikmati situasi di tempat kerja dan menyukai rekan kerjamu, jangan anggap tempat kerja sebagai keluarga, kata CEO Airbnb Brian Chesky.
Baca Juga: 3 Cara Menanggapi Rekruter Saat Kamu Tidak Diterima Bekerja melalui Email
Chesky memetik pelajaran ini dari pengalamannya saat menghadapi puncak pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Saat itu Chesky menulis catatan kepada karyawan yang menjelaskan bahwa perusahaan akan melakukan PHK.
“Saya memiliki perasaan cinta yang mendalam untuk kalian semua,” tulis CEO berusia 42 tahun itu.
Fasilitas seperti makanan gratis, tempat istirahat yang nyaman, dan pusat kebugaran di kantor, membuat karyawan menghabiskan lebih banyak waktu di kantor dibandingkan dengan keluarga.
“Keluarga” di tempat kerja menjadi konsep yang sangat populer untuk membangun loyalitas di kalangan perusahaan teknologi sebelum terjadinya Covid.
Namun saat ini, Chesky memberikan apresiasinya secara berbeda. Menganggap tempat kerja sebagai keluarga mungkin merupakan alat motivasi yang efektif, namun juga bisa mempersulit atasan dan karyawan dalam melakukan pekerjaan mereka.
Baca Juga: Kalau Bisa Tidur di Kantor, Harus Punya Bantal Dua Arah Ini Biar Tidur Berkualitas
“Saya menulis surat itu dengan cukup cepat,” kata Chesky, saat menjadi tamu pada podcast “ReThinking” bersama psikolog Wharton Adam Grant pada bulan Mei.
“Saya tidak punya banyak waktu, jadi saya menulis apa yang saya rasakan dan itulah yang saya rasakan, dan saya cukup emosional saat menulisnya.
“Dan memang benar bahwa sebuah perusahaan bukanlah sebuah keluarga. Faktanya, kami harus melakukan poros itu.”
“Kami dulu menyebut diri kami sebagai sebuah keluarga, tetapi kemudian kami harus memecat orang, atau mereka harus keluar dari perusahaan.
“Anda tidak boleh memecat anggota keluarga Anda, kan?” tambahnya.