Teliti peluang karir dan ruang lingkup di bidang yang terkait dengan program studi, terutama Ketika kamu kembali ke Indonesia nanti. Rencanakan bagaimana program ini bisa membentuk masa depanmu.
3. Struktur program
Struktur program mengacu pada apa yang kita dapatkan dari perkuliahan di jurusan tersebut, yang biasanya meliputi mata kuliah yang akan didapatkan, berapa SKS yang dibutuhkan, apa tujuan kurikulum, by research atau coursework, bagaimana syarat magangnya, bagaimana jalur karirnya, output-nya, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Mulai 1 Juli, Masyarakat Harus Punya BPJS Kesehatan untuk Mengurus dan Memperpanjang SIM
4. Cari profesor yang fokus pada bidang kamu
Selain detail program, cari informasi secara detail tentang buku dan modul yang digunakan, fasilitas dan pusat penelitian yang tersedia di kampus, serta profesor yang fokus terhadap bidang yang kamu pilih.
Memilih profesor yang memiliki keahlian di bidang yang sama dengan ranah yang akan kamu dalami tentunya akan memberikan manfaat untuk pendidikanmu.
Mereka bisa memberikan dukungan dan bimbingan yang berharga, merekomendasikan sumber daya yang kamu perlukan, bahkan kelak mungkin berpeluang menjadi mentor bagi kamu.
Kamu bisa meminta informasi melalui tim admission kampus atau awardee LPDP yang kuliah di kampus tersebut.
Baca Juga: Sukses Operasi Cidera Kaki, Prabowo: Akibat Dua Kali Kecelakaan Terjun Payung Saat Bertugas di TNI
5. Ranking kampus bukan yang utama
Universitas menggunakan pemeringkatan untuk mempromosikan di situs web dan brosur mereka, karena adanya nomor menjadi lebih mudah ditampilkan.
Calon mahasiswa pun menggunakan peringkat untuk mempersempit daftar lamaran mereka dan mengelompokkan universitas serupa.
Namun, ranking kampus bukan jadi penentu kelulusan kamu. Yang akan menjadi pertimbangan utama kamu adalah apa yang menjadi kebutuhan dan kesesuaian dengan ilmu yang kamu kejar.
Kamu lah yang harus melakukan riset mendalam di universitas-universitas yang kamu incar untuk memahami lanskap pendidikannya.