PejuangKantoran.com - Ketika orang bekerja dari rumah di masa pandemi, banyak perusahaan yang kemudian menutup kantor atau mengurangi space yang disewa di gedung kantor untuk menghemat biaya operasional.
Saat pandemi berlalu, perusahaan menerapkan kebijakan untuk masuk kerja bergantian atau sistem hybrid. Sebagai bagian dari perubahan ini, banyak perusahaan memperkenalkan konsep "hot desking" untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.
Dalam sistem ruang kerja ini, meja tidak diberikan kepada semua karyawan. Sebaliknya, meja tersedia untuk digunakan siapa saja berdasarkan siapa yang datang lebih dulu.
Baca Juga: Mengapa Angga Dwimas Sasongko Pakai Tiga Kamera Berbeda untuk Film Heartbreak Motel?
Di kantor lain, karyawan harus booking tempat duduk sebelum masuk kerja. Sebab, jumlah meja kerja di kantor saat ini lebih sedikit daripada jumlah karyawan, karena pengurangan space di ruang kantor tersebut.
Di sebagian kantor lain, meja kerja pun tidak lagi menggunakan sekat dan menggunakan meja kerja bersama.
Namun, pengaturan seperti itu rupanya menimbulkan masalah, bahkan menambah stres bagi karyawan.
“Tidak ada cukup meja karena jumlah orang lebih banyak daripada mejanya. Suatu ketika, tempat itu sangat ramai sehingga orang-orang harus duduk di meja besar yang digunakan untuk rapat atau makan siang, dan saya nggak tahu lagi deh,” keluh seorang karyawan di Singapura saat curhat di media sosialnya.
Ia mengatakan, masih banyak aturan tak tertulis dalam meja kerja bersama. Misalnya, bosnya bersikeras agar ia duduk di tempat yang mudah terlihat.
“Kantor punya ruang di tempat lain, tetapi seperti kebanyakan kantor, bos ingin ‘melihat kamu’ bekerja, alih-alih membiarkan kami duduk di tempat lain.
Baca Juga: Menteri Bappenas Sebut PNS Bakal Naik Gaji di 2025
“Saya hanya ingin pergi ke meja saya, bekerja, lalu pergi. Kenapa saya harus khawatir apakah ada tempat untuk saya duduk atau tidak,” tambahnya.
Pengaturan hot desking
Masalah ini sebenarnya sudah disampaikan kepada direktur perusahaan. Sayangnya, tidak ada tindakan yang diambil. Karyawan hanya diminta datang lebih awal jika ingin mendapat meja, atau booking tempat duduk di kantor.
"Agak kehilangan kepercayaan pada direktur karena jelas itu bukan solusi jangka panjang. Jika semua orang mulai datang pukul 8 dan bukannya 8:30… masalahnya masih ada?? Bukankah solusinya adalah 1) menambah lebih banyak tempat duduk atau 2) menetapkan meja??