kubikel

Karyawan yang Perform Justru Menerima Umpan Balik Terburuk, dan Mendorong Mereka Resign

Minggu, 4 Agustus 2024 | 19:39 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang kinerjanya tinggi ternyata sering tidak menerima umpan balik yang memuaskan. (Freepik/Drobot Dean)

Bahkan karyawan perempuan dengan kinerja tertinggi pun terkena feedback yang berkaitan dengan kepribadian ini. Komentar-komentar itu kesannya positif, tetapi tidak mengukur hasil kerja yang sebenarnya.

"Feedback ini difokuskan pada kepribadian daripada hasil kerja nyata seseorang," ujar Snyder.

Baca Juga: Kata Siapa Karyawan Cantik Lebih Diuntungkan? Survei: Terlalu Cantik Malah Merugikan!

Sementara itu, performance review karyawan pria lebih banyak berisi pujian untuk mereka karena ambisius dan percaya diri.

Ada juga perbedaan gender dalam feedback yang diinternalisasi orang, yang dapat memperkuat stereotip sosial dalam lingkungan kerja, sehingga memengaruhi kinerja dan kemajuan karir.

Misalnya, ketika ditanya tentang bagaimana mereka dideskripsikan dalam tinjauan kerja mereka baru-baru ini, 71% laki-laki mengingat bahwa mereka dideskripsikan sebagai orang yang menyenangkan.

Sedangkan, hanya ada 19% perempuan yang digambarkan seperti itu.

Karyawan perempuan lebih cenderung menerima umpan balik dengan stereotip negatif, seperti emosional, tidak menyenangkan, atau sulit.

"Perempuan lebih cenderung dideskripsikan berdasarkan ciri-ciri kepribadiannya, dan dalam hal itu, ciri-ciri kepribadian yang digunakan cenderung jauh lebih negatif.

Baca Juga: Mengapa Microsoft Melarang Anak Intern yang Cantik-cantik Berduaan Saja dengan Bill Gates?

"Perempuan juga lebih cenderung mengingat umpan balik negatif daripada laki-laki," tambah Snyder.

Padahal, hubungan antara pikiran dan hasil kerja itu nyata. Hal itu bisa terjadi dalam berbagai situasi, seperti tingkat promosi yang berbeda, tingkat kenaikan gaji, dan sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini