kubikel

Yang Perlu Dilakukan oleh Atasan Jika Karyawan Menerima Umpan Balik yang Tidak Memuaskan

Minggu, 4 Agustus 2024 | 20:50 WIB
Ilustrasi: Atasan yang paling baik pun seharusnya mengikuti pelatihan tentang cara memberikan umpan balik. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Hasil penelitian dari Textio, platform penulisan bertenaga AI untuk tim SDM, mendapati bahwa karyawan berkinerja tinggi ternyata tidak menerima umpan balik yang memuaskan di tempat kerja.

Umpan balik ini bisa positif atau negatif. Umpan balik berkualitas tinggi umumnya disertai contoh-contoh yang jelas tentang kontribusi karyawan, serta berbagai saran untuk perbaikan dan cara mencapai kemajuan.

Sedangkan umpan balik berkualitas rendah cenderung tidak spesifik, tidak relevan, atau tidak bisa ditindaklanjuti.

Baca Juga: Karyawan yang Perform Justru Menerima Umpan Balik Terburuk, dan Mendorong Mereka Resign

Alhasil, 63% karyawan yang mendapatkan umpan balik berkualitas rendah (meskipun positif), cenderung resign dalam 12 bulan ke depan, menurut survei Textio pada 2023.

Sementara 30% karyawan berkinerja tinggi berhenti bekerja dalam tahun pertama.

Analisis Textio juga menemukan adanya bias gender dalam jenis umpan balik yang diberikan kepada karyawan laki-laki dan perempuan.

Karyawan perempuan lebih cenderung menerima umpan balik dengan stereotip negatif, seperti emosional, tidak menyenangkan, atau sulit.

Sedangkan karyawan pria lebih banyak menerima pujian karena ambisius dan percaya diri.

Mengatasi bias gender

Perlu disadari bahwa bias gender ini sangat dalam makna dan pengaruhnya.

Baca Juga: Ini Provinsi yang Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia di 2024!

Karena itu manajer seharusnya mengikuti pelatihan tentang cara memberikan umpan balik tanpa harus mengikuti stereotip gender atau ras, kata Kieran Snyder, salah satu pendiri dan kepala ilmuwan emeritus di Textio.

Misalnya, perusahaan bisa menggunakan software untuk memberikan umpan balik secara real-time kepada manajer tentang kualitas performance review karyawan saat mereka menulisnya.

Sistem ini bisa menandai ketika bahasa dalam performance review tersebut terlalu bergantung pada sifat-sifat yang didasarkan pada kepribadian.

Halaman:

Tags

Terkini