Awali dengan 15 menit
Setelah mengikuti saran untuk bergabung dengan organisasi, membaca buku, atau mendengarkan podcast rekomendasi mereka, tanggapi email mereka dan ucapkan terima kasih atas bantuan dan tanggapan mereka.
Kalau kamu masih ingin melakukan wawancara informasional, coba katakan, "Saya ingin menelepon kalau Bapak/Ibu tidak keberatan. Kita bisa bicara selama 15 menit saja kalau memungkinkan," kata Gavin.
Baca Juga: Blu by BCA Gandeng Kunto Aji Luncurkan lagu Sepanjang Jalan Pegangan
Dengan begitu, kamu membuka ide agar mereka memberi waktu untuk kamu, tetapi tidak memintanya secara langsung.
"Tidak perlu banyak hal untuk membuat seseorang sampai pada titik di mana mereka percaya bahwa memberi kamu waktu itu sepadan," katanya.
"Tetapi kebanyakan orang langsung berkata, 'Bolehkah saya mengajak Bapak/Ibu minum kopi?' Itu menakutkan," ujar Gavin, karena orang yang kamu hubungi tidak tahu siapa kamu dan bisa langsung curiga.
Jangan katakan “Saya tanya pendapat Anda”
Saat mengirimkan cold message atau mengirim DM di LinkedIn, Gavin juga menyarankan untuk tidak menggunakan frasa "Saya tanya pendapat Bapak/Ibu". Karena, kesannya transaksional.
Mereka yang menerima pesan dari kamu umumnya merasa senang jika bisa membantu orang lain dalam mencapai kemajuan dalam karir. Jadi, seperti memberi memotivasi.
Baca Juga: Saham Airbnb yang Dulu Populer Kini Anjlok 14% Gara-gara Masalah Mendasar Ini
Tetapi hasilnya tidak sama jika kamu merasa akan memburu mereka dengan pertanyaan-pertanyaan, lalu menghilang.
Cobalah menggunakan frasa seperti “Saya ingin mendapatkan wawasan unik dari Bapak”, atau “Saya ingin mempelajari pengalaman atau keahlian Ibu”, atau “Bolehkah saya mendapat gambaran sekilas tentang proses yang Bapak lalui?”.
Nah, silakan mencoba cara menghubungi orang yang tidak dikenal di LinkedIn tersebut. Selamat mencoba!