PejuangKantoran.com - Pola pikir "beruntung berada di sini" sering kali dianggap sebagai tanda kerendahan hati dan rasa syukur, namun sebenarnya bisa menjadi penghambat besar bagi perkembangan karier kamu.
Pandangan ini bukan hanya membuat kamu merasa puas dengan keadaan saat ini, tetapi juga merugikan dalam jangka panjang.
Mari kita telusuri mengapa mentalitas kerja seperti ini bisa merugikan, dan bagaimana kamu bisa mengubahnya untuk meningkatkan karier menjadi lebih baik.
Menurut Phoebe Gavin, pelatih karier dan kepemimpinan, merasa beruntung bekerja di perusahaan tertentu dapat mengabaikan usaha pribadi dan strategi yang telah kamu gunakan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Mengapa Paus Fransiskus Dikawal oleh Garda Swiss, bukan Tentara Vatikan Berkebangsaan Italia?
Dengan pola pikir ini, kamu memperkuat gagasan bahwa atasan atau perusahaan yang membantu kamu, padahal seharusnya itu adalah hasil dari berbagi nilai secara proporsional.
Kamu memberikan nilai kepada perusahaan untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka, dan sebagai imbalannya, perusahaan memberikan nilai kepada kamu untuk membantu meningkatkan karier kamu.
Mentalitas kerja "beruntung berada di sini" tidak hanya berasal dari pengalaman profesional, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh latar belakang pribadi dan budaya yang kamu terima saat dibesarkan.
Jasmine Escalera, pakar karier di LiveCareer, mengungkapkan bahwa perasaan ini bisa muncul dari pengalaman masa kecil, seperti kemiskinan atau pola pikir orang tua yang mengutamakan keamanan dan stabilitas daripada ambisi lebih.
Escalera sendiri mengaku tumbuh dalam kemiskinan dan merasa "beruntung" mendapatkan pekerjaan yang stabil.
Namun, pola pikir ini dapat menyebabkan kejenuhan dan loyalitas berlebihan terhadap perusahaan yang tidak selalu memberikan imbalan yang setara.
Generasi Milenial dan Gen Z memiliki pandangan yang berbeda tentang pekerjaan dibandingkan generasi sebelumnya.
Mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga work life balance serta lebih berfokus pada hak dan nilai mereka sebagai karyawan.
Baca Juga: Emily Armstrong Vokalis Baru Linkin Park Tak Mungkin Gantikan Chester Bennington