PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan yang pas itu memang bukan perkara gampang. Butuh waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra. Dalam proses melamar pekerjaan itu, seringkali kita bertanya-tanya, sebanyak apa lamaran pekerjaan yang harus dikirim setiap hari supaya peluang mendapat penawaran kerja makin besar?
Kalau selama berbulan-bulan kamu sudah merasa putus asa karena 10 lamaran yang kamu kirimkan tidak juga membuahkan hasil, sepertinya kamu harus bekerja lebih keras lagi. Kalau perlu, menambah target harian kamu.
Berdasarkan analisis dari 12 studi, survei, dan laporan industri berskala besar dari platform pencari kerja, di antaranya ZipRecruiter, Indeed, Glassdoor, dan Gem, terungkap berapa jumlah lamaran yang harus kamu kirimkan biar CV kamu "nyangkut" di tangan rekruter.
Baca Juga: Contoh Jawaban dalam Bahasa Inggris ketika Ditanya, 'Kapan Bisa Mulai Bekerja?' usai Wawancara Kerja
Karena angka yang kamu temukan ini nanti berdasarkan data, tentunya bisa kamu jadikan pegangan saat mengirimkan lamaran kerja. Berapa jumlah yang harus kamu kirim?
Setidaknya, kamu butuh 32 sampai 200 lamaran pekerjaan hanya untuk mendapatkan satu penawaran kerja!
Angka 32 adalah berdasarkan studi dari Career.IO pada tahun 2025, yang menemukan bahwa rata-rata pelamar mengirimkan 32 lamaran dan mendapatkan 4 kali wawancara sebelum akhirnya diterima kerja.
Kalau kamu mencari pekerjaan dalam dua sampai tiga bulan, artinya kamu harus mengirimkan 2-4 lamaran kerja per minggu, atau sekitar satu lamaran per hari. Kedengarannya masih masuk akal, ya.
Tapi, riset lain justru menunjukkan hasil yang berbeda. Menurut data dari LifeShack dan berbagai sumber lainnya, pencari kerja biasanya butuh 100 sampai 200 lebih lamaran sampai akhirnya bisa mengamankan satu penawaran kerja.
Analisis dari platform Huntr pada kuartal kedua tahun 2025 terhadap 461.000 lamaran kerja menunjukkan, sekitar 14,3% pencari kerja harus mengirim lebih dari 100 lamaran sebelum akhirnya mendapat satu penawaran kerja.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan 'Kapan Bisa Mulai Bekerja' saat Wawancara biar Nggak Dikira Desperate
Bahkan, 10% pencari kerja yang paling aktif bisa mengirim sampai 19 lamaran pekerjaan per minggu. Itu artinya, hampir 4 lamaran dikirim setiap harinya.
Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan penawaran kerja pertama melonjak 22% menjadi 68,5 hari pada kuartal kedua tahun 2025 tersebut. Hanya ada 41% karyawan baru yang berhasil mendapat pekerjaan dalam waktu satu bulan, turun cukup drastis dari kuartal sebelumnya yang sempat mencapai 49%.
Selisih angka yang cukup besar ini mencerminkan realitas bahwa hasil yang kamu dapatkan bisa beda jauh, tergantung pada bidang industri, tingkat pengalaman, dan strategi kamu saat mencari kerja.
Nggak heran, menurut laporan Employ Inc. tahun 2025, sekitar 66% pencari kerja mengalami burnout akibat pencarian kerja mereka. Sedangkan survei Insight Global 2023 menemukan bahwa 55% orang yang menganggur dan aktif mencari pekerjaan mengalami kelelahan total.
Artikel Terkait
Jadi Dukun di Film 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih', Gisella Anastasia Jadi Pelihara Ular
Content Creator Erika Richardo Masuk Daftar Bergengsi 'Forbes 30 Under 30 Asia Class of 2026'
Begini Cara Menentukan Program Latihan untuk Mendapat Personal Best di Race Lari Berikutnya
Mengenal Billyrrom, Band Soul Funk Asal Tokyo yang akan Tampil di Java Jazz Festival 2026
UNICEF Buka Lowongan Kerja Communications Specialist (Celebrity Partnerships And Campaigns)
16 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026
Libur Panjang, Warga Jakarta Nggak Cuma Bisa Nonton Jerry Yan, tapi juga Belanja di BeautyFest Asia