PejuangKantoran.com - Saat melakukan wawancara kerja, kita seperti main tebak-tebakan karena tidak tahu apa saja pertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara atau pihak rekruiter.
Holly Taylor, Kepala Bagian SDM di Public Digital, perusahaan konsultan transformasi digital yang berbasis di London, memutuskan untuk tidak lagi membiarkan kandidatnya menebak-nebak.
Tidak seperti kebanyakan manajer perekrutan, Taylor mengirimkan pertanyaan sebelum wawancara kerja kepada para kandidat kerjanya.
Baca Juga: Joker: Folie A Deux, Film Sekuel Yang Menggambarkan Kegetiran Kehidupan dan Kisah Cinta Joker
Menurutnya, ini adalah sesuatu yang sangat layak dipikirkan dan dipertimbangkan. Strategi tidak biasa ini disebutnya akan mendorong proses wawancara yang lebih adil.
Bagaimana caranya?
Taylor sendiri yang mengirimkan pesan kepada setiap kandidat seminggu sebelum wawancara dilakukan.
Isi pesan tersebut adalah penjelasan mengenai format diskusi panel, serta membagikan studi kasus untuk mereka pikirkan, profil setiap orang yang akan mereka ajak bicara, dan daftar pertanyaan yang akan diberikan.
Setelah melakukan ini, manfaat langsung yang dirasakannya adalah ia bisa mengajukan pertanyaan yang lebih menggugah.
Plus, ia juga dapat memberikan gambaran yang lebih baik kepada para kandidat mengenai budaya perusahaannya.
Baca Juga: 6 Drama Korea Seru tentang Peliknya Kehidupan Kantor (Plus 1 Drama China Terbaru!): Bisa Relate?
Salah satu pertanyaan yang diajukannya adalah:
“Kami percaya bahwa keterbukaan adalah sesuatu yang harus dihargai dan dipraktikkan oleh semua organisasi.
"Dengan pemikiran tersebut, apa arti bekerja secara terbuka bagi Anda dan bagaimana Anda mempertimbangkan transparansi dalam pekerjaan?”
Taylor bilang, jika ia mengajukan pertanyaan ini secara tiba-tiba saat wawancara kerja, ia merasa itu agak tidak adil karena untuk mendapatkan jawaban terbaik, pelamar harus memertimbangkan dan memikirkannya.