Rekruter Ini Bocorkan Pertanyaan sebelum Wawancara Kerja pada Kandidat, Mengapa?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 10:24 WIB
Ilustrasi: Tidak seperti kebanyakan manajer perekrutan lain, rekruter ini akan mengirimkan pertanyaan wawancara kepada para kandidat. (Unsplash/Mina Rad)
Ilustrasi: Tidak seperti kebanyakan manajer perekrutan lain, rekruter ini akan mengirimkan pertanyaan wawancara kepada para kandidat. (Unsplash/Mina Rad)

Cepat tanggap bukanlah segalanya

Taylor mengerti bahwa salah satu alasan terbesar pewawancara enggan mengirimkan pertanyaan sebelum wawancara adalah karena ingin mengukur seberapa baik pelamarnya berpikir cepat.

Namun, ia berpendapat bahwa orang terlalu mementingkan hal ini. Padahal, jika dipikirkan lagi, tidak setiap saat orang harus benar-benar perlu berpikir dengan cepat.

Baca Juga: Sering Dong Dengar Istilah O'clock Saat Bikin Janji Meeting, Ternyata Ini Asal Usul dan Perkembangannya

“Bahkan jika kamu tidak tahu jawabannya, kemungkinan besar yang akan kamu lakukan adalah berkata, 'Oke, saya tidak punya jawaban sekarang, tetapi jika Anda bisa memberikan saya waktu, saya mencari jawabannya dan memberitahukannya kepada Anda’,” ujarnya.

Taylor memiliki keyakinan bahwa orang yang bisa berpikir cepat, bukan berarti benar-benar hebat dalam pekerjaannya. Berpikir cepat tidak selalu berarti benar-benar bergerak cepat atau menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Jawaban pelamar tetap berbeda-beda

Satu hal yang sangat menarik, menurut Taylor, adalah bahwa meski semua pelamar sudah tahu apa yang akan ditanyakan, tetapi kualitas jawaban mereka sangat berbeda.

Ini karena ada pelamar yang sangat menghargai metode ini karena bisa memberikan mereka waktu yang cukup untuk merenungkan jawaban yang akan diberikan.

Di sisi lain, banyak juga yang mengaku sebagai pemikir cepat sehingga mengetahui pertanyaan yang akan diajukan tidak terlalu berdampak pada persiapan mereka.

Baca Juga: Kerjanya Bagus, tapi Karyawan Tidak Akur dengan Rekan Kerjanya. Haruskah Naik Jabatan?

Hasilnya, orang-orang ini kebanyakan tidak berhasil mendapatkan pekerjaan karena jawaban yang diberikan kurang berkembang dan kurang substansial dibandingkan dengan orang-orang yang sudah mempersiapkannya.

“Inti dari metode ini adalah memastikan bahwa perekrut benar-benar menyiapkan seseorang untuk sukses dalam wawancara tersebut,” ujar Taylor.

Karena ia merasa lebih bisa mempekerjakan orang yang tepat dengan cara ini, Taylor berharap mengirimkan pertanyaan sebelum wawancara dapat dijadikan praktik standar perusahaannya di masa mendatang. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X