Pelajari deskripsi pekerjaan dan teliti budaya perusahaan—lalu buat hubungan antara apa yang kamu lakukan dengan baik dan apa yang diinginkan perusahaan.
Sesuaikan bahasanya jika memungkinkan. Kamu mungkin menganggap diri kamu hebat dalam kerja tim, tetapi perusahaan menekankan budaya kolaboratif—jadi gunakan bahasa kolaborasi.
Atau mungkin kekuatanmu ada pada detail, organisasi, dan orkestrasi, dan pekerjaan tersebut adalah manajemen proyek. Jadi kamu bisa berbicara tentang keterampilan manajemen proyek.
Baca Juga: Deretan Tas Mewah saat Pelantikan Para Menteri, Siapa yang Bawa Tas Harga Rp550 Juta?
3. Bahas soft skill dan hard skill kamu
Perusahaan mencari orang yang dapat memberikan keterampilan keras dan teknis (hard skill) serta keterampilan lunak (soft skill).
Identifikasi keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, dan sebutkan kelebihan kamu dengan keterampilan tersebut. Namun, tekankan juga soft skill yang kamu miliki.
Menurut penelitian, soft skill yang paling banyak diminati saat ini adalah hal-hal seperti komunikasi, kolaborasi, manajemen konflik, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan kesadaran diri.
4. Pastikan relevan dengan masa kini dan masa depan
Setiap perusahaan menginginkan karyawan yang dapat memberikan kontribusi langsung, dan langsung bisa bekerja. Juga, serta orang-orang yang akan bertahan dan berkembang sesuai kebutuhan bisnis.
Baca Juga: Wah, Ternyata Liburan Bisa Bikin Kamu Awet Muda dan Nggak Cepat Tua!
Karena itu, kamu perlu menekankan apa keterampilan yang kamu miliki saat ini, serta motivasi kamu untuk belajar dan berkembang.
Saat menjawab pertanyaan tersebut, sampaikan juga minat kamu, dan apa yang ingin kamu pelajari selanjutnya.
5. Jadikan nyata
Ketika kamu membicarakan tentang apa yang akan kamu bawa ke perusahaan, pastikan kamu akan membangun kredibilitas saat menceritakan kisah tentang keterampilan tersebut.