Tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah menerima, mengubah, atau meninggalkan lingkungan kerja yang toxic.
Jika ingin mengubahnya, kenali perubahan seperti apa yang ingin dituju, dan pastikan sudah siap menanggung resikonya.
Di sisi lain, susun rencana cadangan untuk meninggalkan lingkungan tersebut jika usaha sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Dalam Debutnya sebagai Sutradara, Reza Rahadian Jadikan Pangku Surat Cinta buat Ibundanya
5. Bangun relasi yang bisa membantu
Jika sudah merasa terlalu terbebani dengan tempat kerja yang tidak sehat, luangkan waktu untuk istirahat sejenak.
Pastikan untuk selalu berhubungan dengan teman, keluarga, atau mentor yang dapat memberikan pandangan secara objektif untuk menjaga pikiran tetap waras.
6. Prioritaskan diri sendiri
Ingat, kesehatan mental dan emosional adalah hal paling utama. Jadi, lakukan aktivitas yang dapat menghilangkan stres.
Jika memang sudah tidak sanggup untuk bekerja, hindari keluar secara diam-diam dengan cara tidak melakukan tugas-tugas, karena itu hanya akan menjatuhkan reputasimu dalam jangka panjang.
Terus terang saja kepada atasan dengan apa yang kamu rasakan, kemudian cari lingkungan yang lebih baik untuk kesehatan mentalmu.
Gladys mengatakan, tips di atas merupakan tahap awal untuk mengenali lingkungan kerja yang toxic dan menciptakan tempat kerja yang lebih sehat.
Apalagi jika kamu lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dibandingkan di rumah. Jadi, pastikan berada di lingkungan yang aman dan sehat agar pekerjaan lebih optimal. (Elga Windasari)