3. Disiplin dalam keuangan
Tahukah kamu kalau Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, masih tinggal di rumah yang sama dengan yang dibelinya pada tahun 1958 seharga $31.500 atau sekitar Rp496 juta dengan kurs saat ini?
Ini menunjukkan disiplin keuangan yang luar biasa dan bukan tentang pelit atau tidak suka kesenangan.
Baca Juga: Satu Lagi, Lagu Milik Jungkook BTS yang Raih Lebih dari 1 Miliar Streaming di Spotify
Namun, lebih tentang memahami nilai uang, menghargai kerja keras yang diperlukan untuk mendapatkannya, serta membuat keputusan bijak tentang membelanjakan, menabung, dan menginvestasikannya.
4. Menetapkan tujuan
Filsuf Seneca pernah berkata, “Jika seseorang tidak tahu ke pelabuhan mana ia berlayar, tidak ada angin yang mendukung.”
Ini gambaran tepat untuk meraih kesuksesan dalam menghadapi segala rintangan. Untuk bangkit dari kemiskinan, memiliki tujuan yang jelas akan memberikan arah dan fokus yang dibutuhkan untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Penelitian juga mendukung pemikiran ini. Faktanya, ada lebih dari 1.000 penelitian yang menunjukkan bahwa menetapkan tujuan yang tinggi dan spesifik dapat meningkatkan kinerja, ketekunan, dan motivasi.
Baca Juga: Menurut Pakar Ekonomi, Indonesia Harus Antisipasi Jika Kandidat Pilpres AS 2024 Satu Ini Yang Menang
5. Lihat sisi baiknya
Daripada mempertanyakan kemampuan dalam mencapai sesuatu yang signifikan dengan kondisi saat ini, lebih baik kembangkan pola pikir positif yang berfokus pada kekuatan daripada kelemahan atau keterbatasan.
Jangan melihat latar belakang ekonomi saya sebagai kelemahan, tetapi sebagai sumber kekuatan dan motivasi. Ini akan menjadi pendorong untuk bekerja lebih keras, memiliki target yang lebih tinggi, dan bermimpi lebih besar.
Nah, itulah kebiasaan yang membuat orang jadi kaya meskipun terlahir miskin. Mereka percaya pada potensi diri dan tetap optimis tentang masa depan, terlepas dari mana pun memulainya. (Elga Windasari)