Tapi ingat, jangan bermesraan di kantor. Hindari bergandengan tangan, berpelukan selama di kantor, atau ‘cipika-cipiki’ di kantor. Selain bisa membuat rishi yang melihat, kalian juga bisa terlihat tidak professional.
- Menjaga profesionalitas
Hubungan kalian akan lebih berisiko jika salah satu dari kalian adalah atasan dan satunya bawahan. Kalian harus benar-benar bisa memisahkan urusan pekerjaan dan urusan pribadi, sesulit apapun.
Mengkritik atau mengevaluasi pasangan pasti akan sulit. Conflict of interest pasti akan ada. Jika kamu menempatkan hubungan cinta di atas pekerjaan, pasti aka nada complain dan kecemburuan sosial dari rekan kerja.
Tak hanya itu, jika memang salah satu dari kalian yang posisinya bawahan dan berprstasi lalu ada reward atau kenaikan jenjang karir, pasti aka nada saja yang nyinyir.
Karena itu, lakukan semua pekerjaan secara profesional. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar bisa kerja dengan benar dan berprestasi, ada atau tidak ada pasangan kamu.
Baca Juga: 5 Hal Ini Adalah Etika Yang Harus Kamu Lakukan Saat Meminjam Laptop Dari Orang Lain
- Jangan gunakan fasilitas kantor
Tak hanya untuk pacarana, menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi selain itu saja sudah salah. Jika ketahuan Perusahaan, bukan tidak mungkin kalian akan kena sanksi peringatan, bahkan sampai pemecatan.
Gunakan email dan nomor telepon pribadi untuk menjalani hubungan kalian berdua. Selain lebih nyaman, ini juga lebih aman buat perkembangan karier dan pekerjaan kalian berdua.
- Pikirkan konsekuensi lebih lanjut
Jika hubungan kalian menjadi lebih serius dan lebih lanjut hingga kalian menikah, sudah pasti kemungkinan besar salah satu dari kalian akan diminta untuk resign. Bicarakan konsekuensi ini sejak awal.
Jadi bisa saja salah satu kalian sudah merencanakan resign dan pindah kerja begitu hubungan kalian serius.
Tak hanya happy ending seperti ini, namun bisa saja sad ending, di mana kalian putus dalam posisi masih jadi rekan kerja sekantor. Sekali lagi, tetap professional sesakit apapun itu putus hubungan.
Jika hal ini terjadi, suka tidak suka kalian sebaiknya berkonsultasi dengan atasan atau HR untuk membantu kalian tetap bisa professional.
***