PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan bukan hal yang mudah atau menyenangkan. Apalagi di tahun ini. Sepertinya semakin banyak orang yang mencari pekerja, tetapi lahan pekerjaan semakin sedikit.
Jika kamu merasa semakin sulit mencari pekerjaan di 2024, kamu tidak sendirian.
Financial Times melaporkan bahwa Inggris saja, ada 8% lebih sedikit lowongan pekerjaan saat ini dibandingkan sebelum pandemi.
Bahkan ketika ada lowongan kerja, Peter Duris, CEO dan salah satu pendiri situs pembuatan CV Kickresume, mengatakan kepada HuffPost UK bahwa lowongan kerja tersebut tidak seperti yang terlihat.
Baca Juga: Layanan Open Banking BRIAPI Raih Trofi Best API Initiative berkat Prinsip Teknologi yang Humanis
Jadi, di lowongan kerja seharusnya kamu bisa dengan mudah melihat siapa yang sedang merekrut saat ini.
Namun, terkadang perusahaan mem-posting lowongan yang tidak mereka rencanakan untuk diisi atau bahkan tidak ada. Ini dikenal sebagai “ghost job” atau “pekerjaan hantu”.
Mengapa perusahaan membuat “ghost job”?
Sepertinya tidak masuk akal dan membuang-buang waktu jika perusahaan membuat rekrutmen atau lowongan kerja yang sebenarnya tak diperlukan atau sudah terisi.
Namun Peter menjelaskan bahwa ini sebenarnya merupakan langkah yang menguntungkan dari perusahaan, meskipun bisa dibilang licik.
“'Pekerjaan hantu' ini mungkin diunggah sebagai formalitas setelah mereka menemukan kandidat yang tepat. Terkadang, ini hanya diposting untuk menjaga agar segala sesuatunya tetap sesuai dengan aturan,” jelasnya.
Alasan lainnya adalah perusahaan bisa saja hanya menguji coba tanpa benar-benar ingin merekrut.
Perusahaan yang melakukan “ghost job” ingin bisa mengetahui dengan teliti kualifikasi pekerja lain untuk jaga-jaga jika memerlukannya di masa depan atau mungkin untuk membandingkan tim mereka saat ini dengan “standar” yang berlaku sekarang.