Journal of Management and Financial Sciences menyebutkan penelitian yang menunjukkan bahwa work-life balance yang baik bisa meningkatkan produktivitas karena karyawan yang bahagia akan lebih termotivasi.
- Bertahan di pekerjaan yang tidak memuaskan
Kebanyakan orang diajarkan untuk harus bekerja keras meskipun merasa pekerjaan tersebut membuatnya sengsara. Namun, Gen Z perlahan-lahan mulai mengubah kepercayaan tersebut.
Saat ini, Gen Z tidak memiliki masalah dengan meninggalkan pekerjaan jika merasa kebutuhannya tidak terpenuhi. Bahkan, ADP Research menemukan data bahwa 46% Gen Z berusia 18 – 26 tahun memilih menganggur daripada tidak bahagia di tempat kerja.
- Datang ke kantor setiap hari
Gen Z dapat melakukan pekerjaan dengan tenang dan nyaman jika tidak harus berurusan dengan atasan yang suka mengatur. Mereka justru akan merasa lebih percaya diri untuk menyerahkan pekerjaannya tepat waktu.
Studi dari Scoop Technologies dan Boston Consulting Group, menemukan bahwa perusahaan yang menawarkan pekerjaan jarak jauh mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 21% dibandingkan dengan 5% untuk pekerjaan di kantor. (Elga Windasari)