- Efek dari kepribadian Tipe-A. Ada kecenderungan perfeksionis dan keyakinan yang salah bahwa tidak ada orang yang bisa melakukan pekerjaan dengan baik;
- Kesulitan dalam dalam mengajar dan memimpin rekan satu tim. Dalam situasi ini, pemimpin memutuskan bahwa akan lebih mudah jika mereka melakukan sendiri pekerjaan tersebut.
- Kurangnya rasa percaya diri. Ada ambisi untuk membuktikan bahwa mereka mampu melakukan pekerjaan lebih baik dari orang lain.
- Terlalu mencintai pekerjaanmu. Ini akan menunjukkan kecenderungan manajer mengambil semua tanggung jawab daripada memprioritaskan tugas-tugas yang memang hanya kamu yang dapat melakukan sebagai seorang pemimpin.
Baca Juga: Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
- Manajer gugup untuk melepaskan tugasnya
Melepaskan sebuah tugas untuk didelegasikan kepada orang lain memang sulit. Akan tetapi jauh lebih penting menyadari bahwa kamu bukan Superman yang bisa mengerjakan semuanya.
Menurut Carol Walker, konsultan dalam kepemimpinan, merasa bahwa diri sendiri bukan seorang Superman membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi dan perspektif yang luar biasa, bahkan dalam lingkungan kerja yang paling sehat sekalipun.
Selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa kesuksesan sebuah pekerjaan adalah kesuksesan seluruh tim.
- Manajer khawatir pendelegasian akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan dikerjakan sendiri
Kesalahan yang juga sering terjadi adalah merasa bahwa pekerjaan tersebut akan selesai dalam waktu yang lebih lama saat didelegasikan daripada dikerjakan sendiri oleh si manajer.
Bisa jadi hal tersebut benar di awal-awal pendelegasian. Namun seiring pendelegasian yang benar (memilih orang yang tepat, memonitor, memberikan feedback, dan mendukung penuh pendelegasian tersebut) dan proses kerja yang benar, maka setelah itu kamu bisa fokus kepada tugas lain.
***