PejuangKantoran.com - Menyusun CV sebenarnya tidak sulit, tetapi juga bukan tugas yang mudah. Tak jarang tugas ini bisa memakan waktu lama untuk membuatnya.
Banyak orang bingung apakah informasi yang dimasukkan sudah cukup atau malah berlebihan. Tantangan lainnya adalah, bagaimana membuat CV menarik untuk lolos seleksi oleh perekrut dan sistem pelacakan pelamar (ATS).
Di antara banyak kesalahan yang sering dilakukan, ada satu hal kecil yang sebaiknya dihindari, yaitu mencantumkan tahun kelulusan.
Baca Juga: 5 Aplikasi Note Terbaik yang Sesuai dengan Gaya Kerja Kamu, Salah Satunya Google Keep
Meskipun tampak tidak penting, tetapi informasi ini justru bisa merugikan dan mengurangi peluang diterima bekerja. Mengapa?
Risiko diskriminasi usia
Memberikan detail tanggal pada CV memang terasa wajar, mulai dari tanggal masuk dan keluar kerja hingga tahun kelulusan.
Namun, menurut Jerry Lee, seorang pakar karir dari Wonsulting, tahun kelulusan dapat memberikan petunjuk tentang usia kandidat, yang bisa menimbulkan celah terjadinya diskriminasi usia.
Meskipun banyak yang menyangkal, kenyataannya banyak perusahaan yang masih mempertimbangkan batas usia dalam proses seleksi.
Survei dari Society for Human Resource Management (SHRM) menunjukkan bahwa sepertiga profesional HR mempertimbangkan usia dalam proses perekrutan.
Baca Juga: Sosok Inspiratif dari Ponorogo yang Mendorong Kemajuan UMKM: Saiban, BUMDes Amanah
Ini karena bias menganggap kandidat yang lebih senior akan meminta gaji lebih tinggi atau kurang fleksibel dibandingkan kandidat muda.
Dengan menghapus tahun kelulusan, perekrut tidak bisa lagi membuat asumsi ini sehingga peluang untuk dipertimbangkan jadi lebih besar.
Pelamar muda juga bisa dirugikan
Bukan hanya pada senior, diskriminasi usia bisa terjadi juga pada kandidat yang lebih muda.