PejuangKantoran.com - Sering kali, kita mendengar istilah "public enemy" di kantor, yang umumnya merujuk pada orang yang dianggap sebagai "musuh" oleh sebagian besar rekan kerjanya.
Mungkin mereka sering berkonflik dengan atasan, tidak sepaham dengan kebijakan tim, atau memiliki pendekatan yang berbeda dalam bekerja. Namun, apakah benar menjadi "public enemy" di kantor selalu berarti buruk? Menurut Lolo Sianipar, Owner dari Piar Consulting, kenyataannya tidak selalu demikian.
Public Enemy: Ternyata Tidak Selalu Negatif
Lolo Sianipar menjelaskan bahwa istilah "public enemy" di kantor tidak selalu memiliki konotasi negatif. Justru, menjadi "public enemy" bisa menjadi bentuk pujian tertinggi dalam konteks pekerjaan. Mengapa demikian?
Baca Juga: PT Bank SMBC Indonesia Tbk Buka Lowongan Kerja Recruitment Intern untuk 2 Posisi
Menurut Lolo, seseorang yang disebut sebagai "public enemy" bisa jadi adalah individu yang memiliki komitmen kuat terhadap hasil kerja yang tepat dan benar. Orang ini cenderung tidak takut untuk menyuarakan ketidaksetujuan jika mereka merasa sesuatu tidak sesuai dengan standar kualitas atau etika yang mereka anut.
"Dalam banyak kasus, orang seperti ini lebih fokus pada hasil kerja yang berkualitas dan komunikasi intrapersonal yang baik, daripada berusaha menyenangkan semua orang dengan menjadi "people pleaser"," ucap Lolo saat kelas Stylo Academy.
Kok bisa?
1. Fokus pada Hasil yang Tepat dan Berkualitas
Seseorang yang disebut "public enemy" di kantor mungkin lebih memilih untuk mengedepankan hasil yang akurat dan memenuhi standar tinggi, meskipun itu berarti menentang opini mayoritas atau kebijakan yang dianggap kurang tepat. Mereka tidak takut untuk berdiri teguh pada prinsipnya demi memastikan pekerjaan berjalan dengan benar.
Komunikasi Intrapersonal yang Kuat
Public enemy yang sebenarnya berfokus pada komunikasi yang jelas dan tegas. Mereka cenderung tidak berusaha menutupi ketidaksepakatan dengan orang lain atau bos. Sebaliknya, mereka berkomunikasi secara langsung untuk menghindari kesalahpahaman, dan ini menjadi bagian dari profesionalisme mereka.
Baca Juga: Pemimpin Tidak Harus Tahu Segalanya, Ini Jawaban Bijak ketika Ditanya Sesuatu yang Tidak Kamu Pahami
2. Tidak Takut untuk Menyuarakan Pendapat
Seorang public enemy sering kali memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat atau kritik konstruktif meski mungkin itu bertentangan dengan pandangan kolektif. Mereka lebih memilih mengungkapkan masalah yang ada, demi kemajuan dan perbaikan di tempat kerja.
Tidak Terjebak dalam Kebiasaan Menyenangkan Semua Orang