PejuangKantoran.com - Sejumlah perusahaan dilaporkan mulai merasa kecewa dengan karyawan baru dari generasi Z (Gen Z), bahkan beberapa di antaranya langsung memecat mereka setelah merekrut.
Hal ini mencerminkan ketidakcocokan antara ekspektasi Gen Z dan tuntutan dunia kerja yang nyata.
Menurut laporan terbaru, yang disusun oleh platform konsultan pendidikan dan karir, Intelligent, banyak perusahaan kini ragu untuk mempekerjakan lulusan baru. Salah satu alasan utama ketidakpuasan terhadap pekerja Gen Z adalah reputasi mereka yang dianggap mudah tersinggung dan merasa berhak atas sesuatu tanpa usaha yang memadai.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Hollywood yang Wajib Ditonton Tahun 2025, Ada yang Direkam dengan iPhone!
Dari survei yang melibatkan hampir 1.000 manajer perekrutan, sekitar satu dari enam perusahaan mengungkapkan keberatan untuk mempekerjakan Gen Z karena alasan tersebut.
Selain itu, lebih dari setengah dari perusahaan yang disurvei berpendapat bahwa Gen Z kurang memiliki etika kerja yang kuat, kesulitan dalam berkomunikasi, tidak bisa menerima umpan balik dengan baik, serta umumnya tidak siap dengan tuntutan dunia kerja.
Mengapa Gen Z Kesulitan di Dunia Kerja?
Holly Schroth, dosen senior di Haas School of Business, University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa Gen Z cenderung lebih fokus pada kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan daya saing di kampus, daripada pengalaman kerja yang sebenarnya. Akibatnya, mereka memiliki ekspektasi yang tidak realistis mengenai dunia kerja dan cara berinteraksi dengan atasan.
"Gen Z tidak tahu keterampilan dasar untuk berinteraksi secara sosial dengan pelanggan, klien, dan rekan kerja, serta etika kerja yang diperlukan," kata Schroth. Sebagai akibatnya, perusahaan harus meluangkan waktu dan sumber daya untuk memberikan pelatihan yang memadai dan membimbing mereka dengan lebih intensif.
Baca Juga: Golden Globe Jadi Momen Pembuktian untuk Zoe Saldana, Jodie Foster, dan Demi Moore
Menurut laporan tersebut, sekitar enam dari sepuluh perusahaan yang disurvei mengaku telah memecat seorang lulusan universitas yang mereka rekrut tahun ini. Beberapa alasan pemecatan ini termasuk kurangnya motivasi, kurangnya profesionalisme, serta keterampilan komunikasi yang buruk.
Huy Nguyen, penasihat pendidikan dan pengembangan karir di Intelligent, mengatakan bahwa banyak lulusan baru kesulitan untuk beradaptasi dengan dunia kerja yang lebih tidak terstruktur dan dinamis. Mereka sering kali tidak siap dengan budaya kerja yang menuntut kemandirian dan tuntutan untuk bekerja secara otonom.
Meskipun memiliki pengetahuan teori yang didapatkan selama kuliah, mereka seringkali kekurangan pengalaman praktis dan keterampilan sosial yang penting untuk sukses di dunia kerja.
Artikel Selanjutnya
4 Cara Carmuk Ke Bos dari Atasan Kamu untuk Membuka Peluang Karir di Perusahaan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: EuroNews
Artikel Terkait
4 Cara Carmuk Ke Bos dari Atasan Kamu untuk Membuka Peluang Karir di Perusahaan
6 Langkah Saran dari Psikolog Untuk Recovery Karena Burn Out Alias Kelelahan Kerja
Cara Efektif Menetapkan Batasan-Batasan di Kantor Agar Suasana Kerjamu Nyaman dan Profesional
Penghitungan Upah Lembur sesuai Aturan Pemerintah yang Jadi Hak Karyawan, Kamu Harus Tahu!
Jika Kamu Peduli Terhadap Lingkungan Maka Green Career adalah Jawabannya. Berikut Contoh Pekerjaannya
Soft Skills yang Paling Penting untuk Para Gen Z di Tempat Kerja
Networking atau Jejaring Sangat Bermanfaat Untuk Bisnis dan Karir Kamu. Begini Cara Membangun dan Memanfaatkan Jejaring
Tak Perlu Grogi, Takut dan Bingung Menjelang Wawancara Kerja. Gunakan AI untuk Membantu Persiapan Kamu.
12 Strategi Yang Bisa Kamu Terapkan Untuk Menghadapi Burn Out Atau Kelelahan Kerja
Pemimpin Tidak Harus Tahu Segalanya, Ini Jawaban Bijak ketika Ditanya Sesuatu yang Tidak Kamu Pahami