Mengapa Banyak Perusahaan Memecat Karyawan Gen Z?

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 Januari 2025 | 21:30 WIB
 Ilustrasi PHK (Freepik)
Ilustrasi PHK (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sejumlah perusahaan dilaporkan mulai merasa kecewa dengan karyawan baru dari generasi Z (Gen Z), bahkan beberapa di antaranya langsung memecat mereka setelah merekrut.

Hal ini mencerminkan ketidakcocokan antara ekspektasi Gen Z dan tuntutan dunia kerja yang nyata.

Menurut laporan terbaru, yang disusun oleh platform konsultan pendidikan dan karir, Intelligent, banyak perusahaan kini ragu untuk mempekerjakan lulusan baru. Salah satu alasan utama ketidakpuasan terhadap pekerja Gen Z adalah reputasi mereka yang dianggap mudah tersinggung dan merasa berhak atas sesuatu tanpa usaha yang memadai.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Film Hollywood yang Wajib Ditonton Tahun 2025, Ada yang Direkam dengan iPhone!

Dari survei yang melibatkan hampir 1.000 manajer perekrutan, sekitar satu dari enam perusahaan mengungkapkan keberatan untuk mempekerjakan Gen Z karena alasan tersebut.

Selain itu, lebih dari setengah dari perusahaan yang disurvei berpendapat bahwa Gen Z kurang memiliki etika kerja yang kuat, kesulitan dalam berkomunikasi, tidak bisa menerima umpan balik dengan baik, serta umumnya tidak siap dengan tuntutan dunia kerja.

Mengapa Gen Z Kesulitan di Dunia Kerja?

Holly Schroth, dosen senior di Haas School of Business, University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa Gen Z cenderung lebih fokus pada kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan daya saing di kampus, daripada pengalaman kerja yang sebenarnya. Akibatnya, mereka memiliki ekspektasi yang tidak realistis mengenai dunia kerja dan cara berinteraksi dengan atasan.

"Gen Z tidak tahu keterampilan dasar untuk berinteraksi secara sosial dengan pelanggan, klien, dan rekan kerja, serta etika kerja yang diperlukan," kata Schroth. Sebagai akibatnya, perusahaan harus meluangkan waktu dan sumber daya untuk memberikan pelatihan yang memadai dan membimbing mereka dengan lebih intensif.

Baca Juga: Golden Globe Jadi Momen Pembuktian untuk Zoe Saldana, Jodie Foster, dan Demi Moore

Menurut laporan tersebut, sekitar enam dari sepuluh perusahaan yang disurvei mengaku telah memecat seorang lulusan universitas yang mereka rekrut tahun ini. Beberapa alasan pemecatan ini termasuk kurangnya motivasi, kurangnya profesionalisme, serta keterampilan komunikasi yang buruk.

Huy Nguyen, penasihat pendidikan dan pengembangan karir di Intelligent, mengatakan bahwa banyak lulusan baru kesulitan untuk beradaptasi dengan dunia kerja yang lebih tidak terstruktur dan dinamis. Mereka sering kali tidak siap dengan budaya kerja yang menuntut kemandirian dan tuntutan untuk bekerja secara otonom.

Meskipun memiliki pengetahuan teori yang didapatkan selama kuliah, mereka seringkali kekurangan pengalaman praktis dan keterampilan sosial yang penting untuk sukses di dunia kerja.

Baca Juga: Daftar Pemenang Golden Globe Awards ke-82, “Emilia Pérez” dan “Shōgun” Paling Banyak Bawa Pulang Piala

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: EuroNews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X