Pejuangkantoran.com - Banyak orang berpikir bahwa menyenangkan orang lain adalah hal yang baik. Ini karena kebahagiaan orang lain juga menimbulkan kepuasan bagi diri sendiri.
Namun, seperti yang dikatakan oleh komposer Inggris Elizabeth Parker, ada sisi negatif jika selalu berusaha menyenangkan semua orang. Paling utama adalah merugikan diri sendiri.
Ini juga berlaku dalam dunia kerja. Meskipun bekerja keras dan membantu orang lain bisa terlihat seperti langkah yang bagus untuk karir, tetapi pada akhirnya cara tersebut bisa membuat diri merasa lelah dan frustasi.
Dampak buruk menjadi people pleaser di tempat kerja
- Kelelahan
Meskipun terlihat seperti tugas kecil, terlalu sering membantu orang lain bisa menyebabkan kelelahan yang cukup serius.
Mengiyakan setiap permintaan atau mendahulukan kebutuhan orang lain dapat mengalihkan fokus dari pekerjaan utama, yang akhirnya bisa menyebabkan kamu membuat kesalahan atau melewati deadline karena terlalu banyak membantu.
Baca Juga: Love Language di Tempat Kerja, Pahami agar Tahu Bagaimana Rekan Kerja Merasa Dihargai
- Tidak terlihat
Seringkali, suara atau kontribusi yang ingin disampaikan menjadi tidak terlihat ketika kamu terlalu fokus membantu orang lain.
Apalagi, orang yang menjadi people pleaser cenderung menghindari memberitahukan ide-ide diri sendiri dan bahkan memperjuangkan sehingga akhirnya kurang diperhatikan di tempat kerja.
Ini bisa membuat peluang untuk mendapatkan promosi atau terlibat dalam proyek baru menjadi berkurang.
- Tidak ada batasan
Tanpa disadari, batasan pribadi dan profesional bisa melemah karena terlalu berusaha menyenangkan orang lain.
Misalnya, merasa harus mengecek email kerja saat liburan atau mengambil lebih banyak tugas meskipun sedang sakit, pada akhirnya justru bisa menimbulkan frustasi dan kebencian terhadap pekerjaan.
Cara berhenti menjadi people pleaser
- Pahami alasannya
Langkah pertama adalah memahami alasan di balik kebiasaan ini. Misalnya, karena kamu takut tidak disetujui atau belum jelas tentang tujuan pekerjaan yang dilakukan.