Pejuangkantoran.com – Setelah sekian lama bekerja dan kamu merasa bahwa kamu tidak pernah bermasalah di kantor serta semua targetmu tercapai, bahkan ada yang melampaui target, maka terbersit dalam pikiranmu “Perlu minta naik gaji, nih!”
Atau, kamu mendapatkan tawaran promosi jabatan atau tawaran pindah pekerjaan di Perusahaan lain. Maka, gaji adalah salah satu yang harus menjadi pertimbangan kamu dalam menerima tawaran-tawaran tersebut.
Minta kenaikan gaji adalah hak setiap karyawan. Apalagi jika kamu termasuk karyawan yang “tidak bermasalah”, punya talenta dan pencapaian yang bagus, serta kontribusi yang nata terhadap perusahaan, plus performance perusahaan yang baik-baik saja. Rasanya hak ini mestinya kamu utamakan.
Tidak ada dalam kamus kehidupan professional “rasa tidak enak” untuk minta kenaikan gaji dalam kondisi yang memungkinkan. Bagaimana pun kenaikan gaji itu bisa mendorong karyawan menjadi lebih produktif dan performa yang lebih bagus lagi.
Hanya saja memang perlu strategi yang pas agar permohonan kamu dikabulkan.
Salah satunya adalah timing yang tepat, waktu yang pas untuk mengajukan usulan kenaikan gajimu. Menurut indeed.com berikut ini ada saran kapan saat yang tepat kamu mengajukan kenaikan gajimu.
Ketika gajimu tidak sebanding dengan pengalamanmu
Memastikan bahwa gaji/kompensasi yang kamu terima itu sepadan dengan pengalamanmu, pendidikanmu, dan keterampilanmu. Apalagi ketika kamu mendapatkan tawaran pekerjaan baru, maka negosiasikan soal gaji ini terkait dengan track record-mu.
Ada tawaran promosi jabatan atau pekerjaan baru
Di beberapa kasus dan perusahaan, adalah umum untuk dipromosikan tanpa ditawari kompensasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ketka kamu mendapatkan tawaran promosi jabatan atau mendapat tawaran pekerjaan baru di Perusahaan lain, maka negosiasikan soal gaji dan tunjanganmu kepada perusahaan.
Selain kedua hal tersebut, kamu juga berhak mendapatkan fasilitas non-tunai seperti waktu pribadi (cuti, terutama cuti khusus), pengaturan kerja fleksibel, dan pelatihan lanjutan.