Tes kepribadian DISC
Digunakan untuk: Mengkategorikan peserta tes sebagai orang yang percaya diri (dominasi), persuasif (pengaruh), dapat diandalkan (keteguhan), atau akurat (kehati-hatian).
Eysenck Personality Inventory
Digunakan utuk: Menentukan bagaimana tipe kepribadian karyawan dapat memengaruhi produktivitas, hubungan staf, dan moral di tempat kerja.
SHL Occupational Personality Questionnaire
Digunakan untuk: Mengidentifikasi relevansi ciri-ciri kepribadian karyawan terhadap kinerja mereka.
Baca Juga: 4 Kesalahan Seorang Manajer Yang Gagal Dalam Mendelegasikan Tugas Kepada Anak Buah
- Membangun Hubungan Dengan Anggota Tim
Ketika kamu bisa membangun hubungan pribadi yang baik dan kuat dengan anggota tim, maka kamu dapat mengelola berbagai tipe kepribadian dengan lebih baik.
Hormati, rangkul, hargai kontribusi setiap anggota, dan terbuka dengan masukan atau curhatan anggota tim, maka kamu akan menaptkan rasa hormat dari mereka.
Berikut adalah beberapa kiat yang dapat kamu gunakan untuk membangun hubungan di tempat kerja yang sehat:
- Pahami kekuatan dan kelemahanmu dan belajarlah untuk mengatur emosimu;
- Jadwalkan waktu untuk berinteraksi dengan rekan kerja di kantor dan after office hours;
- Saat di luar jam kerja, cobalah sharing pengalamanmu dengan rekan kerja;
- Ajukan pertanyaan tentang kehidupan pribadi dan tujuan karier karyawan dan pertimbangkan detail ini saat berinteraksi dengan mereka di masa mendatang;
- Tawarkan bantuan saat kamu memiliki waktu luang atau melihat rekan kerja kewalahan dengan banyak tugas;
- Mintalah bantuan untuk menunjukkan kepada rekan kerja bahwa kamu menghargai keahlian mereka;
- Akui upaya karyawan dan beri mereka penghargaan saat mereka membuat peningkatan yang signifikan;
- Tepati janji dan komitmen kamu untuk menunjukkan kepada rekan kerja bahwa mereka dapat mengandalkan kamu;
- Tunjukkan bahwa kamu bersama anggota tim dan dorong komunikasi terbuka.
Baca Juga: Manajer Harus Waspada dengan Fenomena Soft Quitting. Amati Gejala-Gejalanya!
- Bersikap Empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan mengidentifikasi perasaan orang lain. Keterampilan ini dapat membantu kamu menentukan bagaiman memperlakukan setiap individu karyawan berdasarkan kepribadian mereka.
Empati juga dapat membantu kamu mencegah konflik di tempat kerja dengan menghindari perilaku yang dapat memicu reaksi keras dari tipe kepribadian tertentu.
Berikut adalah beberapa cara seorang manajer dapat menunjukkan empati di tempat kerja:
- Mengungkapkan minat yang tulus untuk memahami perasaan rekan kerja;
- Mendorong karyawan untuk menjadi inovatif;
- Mendengarkan kekhawatiran rekan satu tim dan mempertimbangkannya saat membuat keputusan, seperti pendelegasian tugas;
- Menekankan pentingnya bekerja sebagai tim;
- Mengingatkan karyawan bahwa pendapat mereka penting.