Padahal, tugas yang lebih mendominasi aspek administratif justru membuat seorang pemimpin terlihat lebih reaktif, daripada proaktif.
Cara menghilangkan ditties
- Kembalikan fokus kepemimpinan
Evaluasi kembali waktu dan aktivitas sehari-hari sebagai pemimpin.
Periksa kalender untuk melihat waktu yang terbuang di rapat yang tidak relevan, serta jangan lupa untuk selalu menentukan tugas mana yang perlu difokuskan dan yang disingkirkan sebelum mengerjakannya.
- Tetapkan batasan yang jelas
Tetapkan batasan dengan tahu kapan kamu harus mengatakan “tidak” untuk tugas-tugas yang tidak penting agar bisa lebih fokus pada tugas yang lebih strategis dan berdampak besar.
Serahkan tugas-tugas “tidak penting” tersebut kepada tim yang bisa mengerjakannya dan alihkan waktu untuk pekerjaan yang lebih penting.
- Hanya kerjakan pekerjaan yang berdampak tinggi
Fokuskan perhatian dan waktu kamu sebagai pemimpin pada pekerjaan yang benar-benar mendukung visi dan pengembangan tim. Dengan begitu, posisi kamu sebagai seorang pemimpin menjadi semakin kuat dan dapat mendorong inovasi pekerjaan.
Baca Juga: Lowongan Kerja: Creator Collaborations Lead di Google (Bahasa Indonesia & Inggris)
- Budayakan kepemimpinan yang baik
Pemimpin yang baik harus menjadi contoh dalam mengelola tugas dengan baik.
Jika kamu sebagai pemimpin bisa memilah tugas yang penting dan tidak penting dengan baik, sikap ini akan mendorong tim untuk ikut melakukannya.
Dengan lebih mengenali dan menghilangkan tugas yang tidak berdampak besar, pemimpin dan tim akan lebih fokus pada kontribusi strategis dalam pekerjaan. (Elga Windasari)