Pejuangkantoran.com – Pola kerja remote ternyata secara tidak disadari membuat pekerja yang menjalaninya cenderung tidak punya teman di tempat kerja.
“Cara kerja baru kita berkontribusi pada kesepian dan keterputusan (hubungan dengan teman), bekerja dari jarak jauh dapat membuat kita merasa terisolasi,” ujar Christine Charter, PhD., Senior Fellow di University of California's Greater Good Science Center dalam laman betterup.com.
Dan kesepian ini berhubungan dengan tingkat depresi, kecemasan, dan bunuh diri yang lebih tinggi.
Namun, pola kerja remote, bukanlah faktor utama dalam kita menyikapi kebutuhan akan pertemanan di tempat kerja. Banyak orang yang bekerja secara langsung juga merasa terisolasi dan kesepian.
Pekerja remote sebenarnya tidak selalu merasa lebih kesepian atau terisolasi daripada pekerja hybrid dan di kantor. Mereka hanya merasa sedikit kurang terhubung dengan rekan kerja lain disbanding dengan mereka yang bekerja secara langsung.
Baca Juga: Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
Peran Penting Perusahaan
Persahabatan (teman dekat) di tempat kerja itu penting. Tidak hanya untuk kebaikan individu, tetapi juga untuk bisnis. Dalam penelitian yang dilakukan oleh BetterUp Labs, karyawan yang memiliki sedikit teman di tempat kerja memiliki 71% keinginan lebih kuat untuk berhenti dan 61% kemungkinan mencari pekerjaan di luar perusahaannya sekarang.
Setiap teman di tempat kerja dapat disamakan dengan tingkat berhenti 5% lebih rendah. Ini terhitung hingga tujuh teman. Perusahaan di mana karyawan tersebut bekerja dan memiliki pertemanan yang kuat, kemungkinan karyawannya akan menyatakannya sebagai "Tempat Terbaik untuk Bekerja".
Dari penelitian ini, peran perusahaan dalam membantu terbentuknya lingkungan kerja yang memungkinkan terciptanya pertemanan sangat besar. Sebanyak 43% karyawan menyebutkan bahwa peran perusahaan penting dalam hal ini.
Sosialisasi Langsung Baik Bagi Bisnis
Tempat kerja yang mampu menciptakan hubungan pertemanan yang baik antar karyawan, lebih mampu dalam mengambil risiko yang dapat dihitung dan lebih mampu menghasilkan solusi baru dan bermanfaat untuk tantangan bisnis.
Pada dasarnya karyawan itu membutuhkan sosialisasi secara langsung. Termasuk mereka yang berkerja secara remote.