Lalu, di bulan berikutnya mereka mengadakan pertemuan dengan penduduk Kofu dan Ichikawamisato untuk mendengar pendapat orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan.
Kegiatan yang didanai melalui crowdfunding bahkan berhasil mengumpulkan dana sekitar 300.000 yen atau sekitar Rp31,8 juta.
Mengubah pola pikir dalam berkeluarga
Pada 25 Januari 2025, mereka kembali mengadakan acara untuk berbagi pendapat dengan sekitar 50 peserta, termasuk pemirsa online, yang mengikuti workation.
Baca Juga: Ini 20 Negara yang Punya Work-Life Balance Terbaik di Dunia
Pemimpin proyek Hinata Matsuda, 21 tahun, mengatakan kepada peserta bahwa pola pikirnya berubah setelah acara ini.
“Saya sebenarnya ingin bekerja di daerah perkotaan. Namun, daripada berfokus pada tempat kerja, saya menyadari bahwa lebih penting untuk berada di lingkungan yang dapat memenuhi apa yang ingin saya lakukan bersama keluarga,” katanya.
Selain itu, ia juga jadi menemukan prinsip-prinsip yang tidak bisa ditawar untuk diri sendiri ke depannya dalam mencari pekerjaan dan pernikahan. (Elga Windasari)