3. Cari tantangan atau tanggung jawab baru
Secara aktif mencari tanggung jawab atau proyek baru dalam pekerjaan saat ini dapat melawan perasaan stuck.
Kamu bisa menjadi sukarelawan untuk inisiatif lintas departemen, mengusulkan proyek inovatif, atau bahkan membimbing karyawan lain. Jika memungkinkan, kamu bisa berbicara dengan salah satu atasan mengenai keinginan kamu ini.
Baca Juga: Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian: BRI Group Optimis Perkuat Ekonomi Indonesia
"Melakukan pembicaraan mengenai pengembangan karir dengan manajer, memungkinkannya untuk mendukung dan menghubungkan kamu dengan peluang internal yang mungkin tidak kamu sadari," ujar pelatih karir Jenn Herrity.
4. Bangun jaringan
Jaringan di dalam dan di luar perusahaan dapat membantu kamu mendapatkan informasi dan menemukan peluang baru.
Sempatkan diri untuk menghadiri acara profesional, bergabung dengan organisasi profesional, atau sekadar terlibat dengan karyawan dari perusahaan lain untuk memberikan perspektif baru atau bahkan referensi pekerjaan yang bisa membantu kamu maju.
5. Pertimbangkan perubahan karir
Jika pekerjaan saat ini sudah tidak lagi selaras dengan minat atau tujuan kamu, mungkin sudah waktunya untuk mencari pekerjaan baru.
Cari tahu bagaimana keterampilan dan pengalaman saat ini dapat ditransfer ke pekerjaan atau industri lain yang membuat kamu kembali semangat bekerja.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Devisa Hasil Ekspor hingga Danantara sebagai Realisasi Kebijakan Strategisnya
Jika keluar dari pekerjaan saat ini tak memungkinkan, kamu bisa mencari pekerjaan baru dengan pindah ke departemen atau divisi lain di perusahaan saat ini.
Namun, jika kamu ingin mengejar peluang lain, pelatih karir Kaila Kea-Lewis menyarankan untuk mengambil langkah cepat dan tidak menunda-nundanya.
"Mendapatkan pekerjaan baru membutuhkan waktu. Jadi, jika memungkinkan, mulailah mencari pekerjaan saat ini sebelum tanda-tanda stagnasi menjadi parah," ucapnya. (Elga Windasari)