Jangan tersinggung jika pemimpin dengan tipe The Cheerleader melakukan ini:
• Membatalkan pertemuan di menit-menit terakhir. Langsung jadwalkan ulang pertemuan atau kamu akan dilupakan.
• Sering mengubah prioritas. Ketika The Cheerleader memikirkan ide baru lain atau melenceng dari topik, arahkan kembali dengan santai, sambil ingatkan kapasitas dan jadwal tim.
• Memberi feedback dan arahan yang tidak jelas. Ini karena tipe ini lebih suka menginspirasi dan memotivasi daripada memberikan petunjuk langkah demi langkah.
Baca Juga: Deva Mahenra Kembali Selingkuh, Kali Ini dengan Asisten Rumah Tangganya di FIlm 'La Tahzan'
3. The Caretaker
Jika kamu melihat gaya komunikasi pemimpin seperti ini, artinya si bos adalah tipe penjaga perdamaian yang sabar, yang mendengarkan dengan cermat dan memastikan semua orang merasa dilihat dan didengar.
Meskipun mereka memiliki kemampuan bersosialisasi yang tinggi, The Caretaker lebih tenang dan mengasuh. Mereka ingin semua orang merasa aman untuk menyuarakan pikirannya.
Jangan menganggapnya personal jika The Caretaker melakukan ini:
• Terus-menerus memeriksa. Jelaskan dengan lembut kalau kamu dapat menangani tugas tersebut sendiri tanpa bantuannya.
• Menumpuk pekerjaan. Ini dilakukan karena mereka tak ingin karyawan terbebani secara berlebihan atau yakin bahwa dirinya yang paling cocok untuk mengerjakan tugas tersebut.
• Menahan informasi penting. Jadi, secara teratur mintalah update tentang kemajuan pekerjaan.
4. The Controller
Tipe ini unggul dalam perhatian terhadap detail, ketergantungan pada data, memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
Mereka cenderung menjadi pemimpin yang serius dan pendiam, yang tidak terlalu khawatir tentang hubungan sosial dan lebih banyak tentang mengoptimalkan standar, aturan, dan proses yang ada.
Baca Juga: Mudahnya Cara Membayar Zakat melalui BRImo, Ibadah di Bulan Ramadan Jadi Makin Praktis!
Jangan tersinggung jika The Controller melakukan ini:
• Menolak ide tanpa pertimbangan. Ini karena mereka melihat ide baru sebagai risiko yang dapat menyebabkan kesalahan.
• Memerlukan beberapa persetujuan atau peninjauan. Mereka percaya bahwa memiliki banyak pendapat berarti standar akan terpenuhi.
• Mengharapkan kamu ahli dalam segala hal. Jika atasan membebani dengan banyak informasi atau dokumentasi yang rumit, mintalah panduan tentang apa yang paling penting.
Jadi, kunci menghadapi berbagai gaya komunikasi pemimpin adalah tetap fleksibel dan sesuaikan strategi. (Elga Windasari)