kubikel

24% Pencari Kerja Berbohong saat Menulis CV, Paling Banyak tentang Pengalaman yang Dimiliki

Minggu, 30 Maret 2025 | 22:05 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 1 dari 4 orang ternyata berbohong saat memaparkan pengalaman kerja mereka di resume atau CV. (Freepik/rawpixel.com)

Proses perekrutan harus diperbaiki

Chief Career Advisor Resume Builder Stacie Haller mengatakan bahwa berbohong selama proses perekrutan dapat menciptakan masalah kepercayaan jangka panjang dan merusak reputasi si pelaku.

“Begitu terungkap, kebohongan itu tidak mudah dilupakan dan kepercayaan sulit untuk dibangun kembali," katanya.

Namun, ini tak seluruhnya salah para pencari kerja. Menurutnya, proses perekrutan modern sering mendorong orang untuk salah menggambarkan diri mereka sendiri.

Baca Juga: Fenomena Pemalakan THR Idulfitri oleh Ormas: Masalah Sosial dan Hukum yang Meresahkan

Perilaku tersebut juga diperparah dengan pergeseran masyarakat, yang menormalisasi ketidakjujuran. Bahkan, berbohong saat melamar pekerjaan sudah menjadi kebutuhan agar bisa bersaing di pasar kerja.

Haller menyarankan, “SDM perlu meninjau praktik perekrutan mereka untuk menghilangkan frustrasi pada umumnya, seperti pengalaman bertahun-tahun yang tidak sesuai dengan keberhasilan seseorang dalam posisi yang dilamar.”

Dengan melakukan peningkatan di sisi perekrutan, diharapkan para pencari kerja dapat mengurangi keinginan mereka untuk berbohong saat melamar pekerjaan. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini