Salah satunya dengan berfokus pada posisi yang sejalan dengan pengalaman atau minat yang dimiliki.
Memperlihatkan pemahaman yang baik tentang tanggung jawab posisi dan potensi kontribusi yang dapat diberikan, juga akan menjadi poin plus di mata pewawancara.
Semakin dalam pemahaman yang dimiliki, semakin terlihat bahwa kamu memiliki keseriusan melamar posisi tersebut.
Baca Juga: Cum Date untuk Pembagian Dividen Tunai Rp31,4 Triliun dari BBRI Ditetapkan pada 10 April 2025
4. Gunakan bahasa positif
Menggunakan kata-kata yang tepat dapat membangun kesan positif dan menunjukkan semangat tinggi.
Kalimat seperti “peran ini sangat sesuai dengan latar belakang pengalaman saya” atau “ini merupakan langkah karir yang sangat saya harapkan” bisa mempertegas bahwa posisi ini dipandang sebagai kesempatan berharga, bukan sekadar pekerjaan biasa.
Sebaliknya, hindari ungkapan yang terkesan ragu-ragu, kurang percaya diri, atau bernada pesimis. Berikan nada bicara yang penuh semangat, yang akan lebih mudah menarik perhatian pewawancara.
5. Perkuat dengan bahasa tubuh
Bahasa tubuh yang menunjukkan keterbukaan dan kepercayaan diri dapat memperkuat setiap pesan yang disampaikan melalui ucapan.
Baca Juga: Daftar Cuti Bersama ASN 2025, PNS yang Bekerja di Hari Libur Bisa Dapat Ganti Cuti
Kontak mata yang konsisten, postur duduk tegak, dan gestur tangan yang natural menunjukkan bahwa pembicaraan ini penting dan dihadapi dengan serius.
Sebaliknya, gerakan yang tertutup seperti menyilangkan tangan atau membungkuk bisa memberi kesan enggan dan kurang bersemangat.
Jadi, jangan lupa melakukan bahasa tubuh yang terbuka, yang membuat suasana wawancara terasa lebih hangat dan profesional. (Elga Windasari)