kubikel

Seorang Manajer Atau Eksekutif Wajib Memahami Value Chain. Berikut Ini Alasan-Alasannya!

Senin, 21 April 2025 | 11:32 WIB
Seorang manajer dan eksekutif wajib memahami value chain dengan baik dan benar. (Freepik)
  1. Support Activities (Aktivitas Pendukung): aktivitas yang mendukung efektivitas aktivitas utama:
    • Procurement: pengadaan barang dan jasa.

Misal: Memilih supplier kain yang bagus dan murah untuk perusahaan konveksi.

  • Technology development: inovasi dan pengembangan teknologi.

Misal: Mengelola data pelanggan dengan sistem informasi yang terpadu.

  • Human resource management: rekrutmen, pelatihan, dan manajemen karyawan.

Misal: Pelatihan intensif tentang digital marketing untuk tim marketing.

  • Firm infrastructure: sistem manajemen, keuangan, hukum, dan struktur organisasi.

Misal: Pencatatan keuangan usaha yang baik dan benar.

 Baca Juga: 7 Keuntungan Menjadi Individual Contributor daripada Menjadi Manajer yang Mengelola Anak Buah

Manfaat Value Chain

bagi manajer atau eksekutif, dengan memahami value chain, maka mereka bisa menjadikannya sebagai alat strategis untuk mengambil keputusan yang lebih tajam dan berdampak positif. Manfaat memahami value chain untuk manajer dan eksekutif adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi Peluang Efisiensi Biaya

Manajer bisa melihat aktivitas mana yang menyedot biaya besar tapi nilainya rendah.

Contoh: Manajer operasional bisa mengevaluasi proses produksi yang boros bahan baku atau waktu, kemudian dari situ mencari cara merampingkannya.

  1. Fokus pada Aktivitas yang Paling Menambah Nilai

Tidak semua aktivitas punya dampak besar terhadap kepuasan pelanggan atau profit. Value chain membantu memilahnya.

Contoh: Manajer pemasaran bisa fokus ke strategi yang benar-benar mengonversi penjualan, bukan sekadar bikin konten ramai tapi tidak efektif atau tidak ada konversi penjualan.

  1. Perbaikan Lintas Divisi (Cross-functional Improvement)

Value chain menyoroti bahwa setiap bagian saling terhubung.

Contoh: Manajer keuangan bisa bekerja sama dengan manajer logistik untuk menurunkan biaya gudang tanpa ganggu pengiriman.

  1. Peningkatan Daya Saing

Dengan tahu di mana keunggulan kompetitif bisa dibentuk (contoh: kecepatan pengiriman, kualitas layanan, atau after-sales), manajer bisa mengarahkan tim ke sana.

Contoh: Eksekutif bisa membentuk strategi perusahaan berdasarkan kekuatan nyata di value chain.

Halaman:

Tags

Terkini