PejuangKantoran.com - Apakah kamu punya atasan tipe firefighter boss, yaitu pemimpin yang menjadi orang yang paling sibuk saat terjadi masalah, karena suka menjadi “penyelamat” dan mendapat pengakuan atas tindakannya?
Gaya kepemimpinan ini bisa merugikan karyawan karena menimbulkan kelelahan dan membuat stres. Itu sebabnya pemimpin yang baik tidak mempraktikkannya.
Namun, apa yang harus dilakukan jika kamu punya atasan yang punya gaya kepemimpinan seperti ini? Berikut beberapa cara menghadapi firefighter boss.
Baca Juga: Firefighter Boss yang Bikin Karyawan Burnout, Baru Terlihat 'Kerja' kalau Lagi Ada Krisis
1. Rayakan kemenangan yang tidak darurat
Karena pemimpin seperti ini sangat menyukai pengakuan, kuncinya adalah mengubah cara dia merayakannya. Biasakan diri untuk mendokumentasikan keadaan darurat yang berhasil dihindari, dan tunjukkan hal itu sebagai kemenangan dalam rapat.
Semakin banyak data yang dibagikan, semakin atasan melihat bahwa pencegahan krisis juga merupakan sebuah kemenangan.
Berikan pujian kepada atasan saat rencana proaktif yang dilakukan tim mampu menghemat waktu, tenaga, atau uang.
2. Jangan ikut panik dan tetap tenang
Semakin firefighter boss merasa panik, semakin dia percaya bahwa gaya kepemimpinan dan strateginya teruji. Namun, kamu tidak perlu ikut-ikutan.
Baca Juga: Agar Tumbuh secara Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Fokus pada Penguatan Fundamental
Daripada langsung merespons setiap keadaan darurat yang terjadi, tetapkan batasan dan jangan menyamai intensitasnya.
Lebih baik kamu mengajukan klarifikasi, menyajikan data, dan menyikapi ulang situasi dengan cara yang memprioritaskan logika daripada reaksi.
Menjaga ketenangan serta terlibat dalam komunikasi yang jelas dan jujur menjadi cara efektif untuk mengelola atasan yang memiliki stres tinggi.
Tetap tenang tidak hanya meredakan urgensi yang ditunjukkan oleh atasan, tetapi juga mendorong respons yang lebih terukur dan analitis darinya.