PejuangKantoran.com - Salah satu faktor yang membuat karyawan bisa bekerja secara maksimal adalah transparansi di tempat kerja. Sayangnya, saat ini semakin banyak perusahaan yang tidak mementingkan hal ini.
Padahal, kejelasan yang lebih baik di tempat kerja menguntungkan karyawan dan perusahaan.
Studi menunjukkan bahwa transparansi dari atas ke bawah meningkatkan keterlibatan karyawan karena mempromosikan kepercayaan dan keyakinan. Keterlibatan ini dapat meningkatkan profitabilitas sebesar 21% pada perusahaan.
Baca Juga: Salurkan Kredit Mikro Sebesar Rp632,22 Triliun, BRI Dorong Perputaran Ekonomi Kerakyatan
Di antara berbagai bentuk transparansi di tempat kerja, masalah gaji merupakan salah satu yang paling penting. Survei yang dilakukan Business.com menemukan bahwa 7 dari 10 pekerja percaya bahwa transparansi gaji dapat mengurangi kesenjangan gaji.
Bisa membuat karyawan mengundurkan diri
Komunikasi di tempat kerja yang tidak dapat diperbaiki bisa membuat karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri.
Banyak contoh yang terjadi, di mana karyawan tiba-tiba diharapkan untuk mengambil alih tanggung jawab rekan kerjanya yang terlebih dulu mengundurkan diri.
Kenaikan jabatan memang diimbangi dengan kenaikan gaji, namun jumlahnya tidak seberapa dan pekerjaan yang ditambahkan melebihi keduanya.
Jika perusahaan mengetahui hal ini tetapi diam saja, hal itu bisa sangat menurunkan motivasi kerja. Karyawan juga bakal merasa “dikhianati” karena dedikasinya selama ini seolah diabaikan.
Baca Juga: Tak Hanya Menyanyikan Lagu OST, Rossa Juga Memulai Debut Aktingnya di 'Tak Ingin Usai Di Sini'
Padahal, jika sejak awal ada transparansi dengan dijelaskan bahwa akan ada peningkatan beban kerja, tetapi perusahaan tidak bisa membayar lebih karena kendala keuangan, karyawan mungkin akan lebih memahami situasinya.
Namun, jika transparansi di tempat kerja tidak terjadi, meski perusahaan pada akhirnya menawarkan gaji yang lebih tinggi, karyawan sudah terlanjur merasa tidak dihargai dan dihormati.
Menghadapi transparansi yang buruk di tempat kerja
Survei terbaru menurut Tessa West, penulis Job Therapy, lebih dari separuh karyawan atau sebanyak 46,4% melaporkan bahwa mereka merasa kurang dihargai, dan 10,7% bahkan tidak dihargai sama sekali oleh perusahaan.