PejuangKantoran.com - Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih menjadi paus ke-267, dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh 133 Kardinal dari 70 negara.
Kini Kardinal Prevost akan menggunakan nama Paus Leo XIV untuk menjalankan tugas kepausannya.
Ia akan memimpin pengabdian spiritual lebih dari satu miliar umat Katolik di seluruh dunia, dan memimpin negara berdaulat.
Baca Juga: Paus Leo XIV Ternyata Nonton Film 'Conclave' dan Main Game Saat Menunggu Hasil Konklaf
Namun, sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus tidak memperoleh gaji secara resmi seperti orang-orang yang bekerja pada umumnya.
Hal ini karena Vatikan sudah menyediakan semua kebutuhan Paus sehari-hari melalui sistem tunjangan, mulai dari akomodasi dan makanan hingga transportasi, perawatan kesehatan, dan keamanan.
Paus sebelumnya, yakni Paus Fransiskus secara aktif menolak segala bentuk pendapatan pribadi selama masa jabatannya sebagai Pemimpin Gereja dari tahun 2013-2025.
Keputusan tersebut mencerminkan teladan St. Fransiskus Asisi yang menjadi pelindungnya, dan merefleksikan komitmennya terhadap kesederhanaan dan kaum miskin.
Secara teknis, Paus memiliki hak untuk mendapatkan gaji sekitar 2.150 Poundsterling sebulan atau sekitar Rp47 juta.
Baca Juga: Mengapa Pilihan Nama 'Leo' Dianggap Sangat Pas untuk Paus Baru yang Memimpin Gereja Saat Ini?
Paus-paus sebelumnya juga dikenal tidak pernah menerima gaji yang besar karena kebutuhannya telah dipenuhi oleh Vatikan.
Perumahan sudah disediakan sebagai tempat tinggal, yakni di Istana Apostolik. Tetapi saat itu, Paus Fransiskus memilih untuk tetap tinggal di wisma Casa Santa Marta di Vatikan.
Sementara itu, pendapatan Vatikan bergantung pada campuran kompleks dari sumbangan, hasil investasi, dan pendapatan dari pariwisata dan Museum Vatikan.
Salah satu sumber pendapatannya yang paling terkenal disebut dengan Peter's Pence.