kubikel

Harapan buat Atasan, Kalau Mau Karyawan Andalan Merasa Dihargai dan Nggak Melirik Perusahaan Lain

Minggu, 11 Mei 2025 | 14:20 WIB
Ilustrasi: Untuk mempertahankan karyawan andalan, atasan harus peka dengan proses kerja. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sebagai karyawan, kita pasti pernah menyaksikan, atau bahkan mengalami sendiri, momen menyedihkan saat rekan kerja yang jadi top performer tiba-tiba menyerahkan surat pengunduran diri.

Momen itu rasanya seperti kehilangan pemain andalan di tengah pertandingan penting. Mungkin mereka mendapat tawaran lebih menarik dari perusahaan lain, atau mereka sudah jenuh karena harus terus “menambal” kekurangan tim yang kurang solid.

Faktanya, banyak perusahaan saat ini sedang berjuang dengan isu retensi karyawan. Sebuah survei dari Microsoft dan LinkedIn menyebutkan bahwa 46% pekerja sedang mempertimbangkan untuk resign dalam setahun ke depan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Social Media Officer di Maskapai Susi Air, Cek Juga 9 Posisi Lain yang Ditawarkan!

Bayangkan kalau separuh dari tim terbaik kita termasuk dalam angka itu. Ngeri, kan?

Namun sebenarnya, semua hal ini bisa dicegah kalau saja para atasan paham apa yang mesti dilakukan untuk mempertahankan tim terbaik.

Setidaknya, ada lima cara agar karyawan andalan tetap merasa dihargai dan betah bekerja:

1. Tawarkan peluang berkembang yang bermakna

Kita semua pasti pernah merasa bersemangat saat pertama kali dipercaya mengerjakan tugas penting di awal karier. Perasaan diberi kepercayaan dan kesempatan belajar itu sangat berkesan.

Begitu juga sekarang, kita ingin berkembang, bukan cuma disuruh-suruh. Pemimpin itu harusnya rutin mengadakan diskusi soal pengembangan diri, terpisah dari evaluasi kerja. Ini memberi gambaran yang jelas tentang arah karier kita di perusahaan.

Baca Juga: Segini Gaji yang akan Diterima Paus Leo XIV Tiap Bulan, akankah Ia Mengikuti Jejak Paus Fransiskus?

2. Berikan otonomi dan rasa memiliki

Jujur saja, siapa sih yang senang di-micromanaged? Top performer justru berkembang kalau diberi kepercayaan untuk menyelesaikan tantangan dengan cara mereka sendiri.

Pemimpin yang peka mestinya tahu kapan harus berhenti memberi instruksi detail dan mulai fokus pada masalah apa yang harus dipecahkan. Rasa memiliki ini bikin kita merasa dihargai, membuat peran kita penting dan diakui.

3. Gaji harus sesuai dengan nilai kontribusi

Halaman:

Tags

Terkini