Kapan Asumsi Tidak Bisa Digunakan (atau harus dihindari)
- Saat mengambil keputusan penting tanpa data pendukung
Misal: Memecat karyawan berdasarkan asumsi tanpa investigasi. Tindakan ini tidak profesional.
- Dalam evaluasi atau penilaian kinerja
Penilaian harus berdasarkan bukti nyata, bukan asumsi subjektif.
- Ketika berkomunikasi lintas tim atau dengan atasan
Mengasumsikan orang lain paham atau sepakat tanpa konfirmasi bisa menimbulkan konflik.
- Saat menyusun laporan resmi atau legal
Laporan harus berdasarkan fakta, bukan asumsi yang belum teruji.
Baca Juga: Mempunyai Buyer Persona Itu Penting Untuk Bisnis. Berikut Ini Langkah-Langkah Untuk Membuatnya!
Prinsip Dalam Mengajukan Asumsi
Pada dasarnya, asumsi bisa digunakan jika memenuhi prinsip-prinsip berikut ini:
- Transparan: Nyatakan asumsi dengan jelas.
- Terbuka untuk diuji: Siap mengubah arah jika data membuktikan asumsi salah. Oleh karena itu perlu adanya questioning assumption atau mempertanyakan asumsi.
- Tidak absolut: Jangan jadikan asumsi sebagai dasar satu-satunta dalam keputusan penting.
- Didukung logika: Asumsi yang masuk akal lebih bisa diterima walaupun belum ada data.
***