kubikel

Mengenali Tanda Kelelahan Kerja pada Pekerja Remote yang Biasanya Sulit Dideteksi Atasan

Jumat, 6 Juni 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi: Pekerja remote pun bisa mengalami kelelahan kerja atau burnout. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kelelahan kerja atau burnout bisa dialami siapa saja, termasuk karyawan yang bekerja jarak jauh. Meski terkesan lebih fleksibel, sistem kerja remote justru dapat membuat kelelahan lebih sulit dikenali.

Pekerja remote bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya sudah kelelahan atau memilih untuk tidak mengungkapkannya karena khawatir dianggap kurang mampu.

Sedihnya, manajer sulit memantau kondisi pekerja jarak jauh secara langsung karena, tentu saja, tidak ada interaksi tatap muka. Ini membuat tanda-tanda kecil kelelahan sering terlewatkan.

Baca Juga: FIFA Buka Pendaftaran Program Sukarelawan FIFA Qatar 2025, Salah Satunya untuk Piala Dunia U-17

Untuk itu, penting bagi manajer agar lebih peka terhadap perubahan perilaku dan komunikasi dalam tim.

Sebagai manajer, kamu harus melakukan pendekatan yang penuh empati dan komunikasi yang teratur sehingga burnout dapat terdeteksi dan ditangani dengan tepat.

Berikut lima tanda kelelahan kerja pada pekerja remote yang perlu diperhatikan dan cara menyikapinya:

1. Perubahan tingkat keterlibatan

Karyawan yang biasanya aktif bisa jadi lebih pendiam atau menarik diri saat merasa kelelahan. Misalnya, yang sebelumnya rajin menyampaikan pendapat saat rapat, kini hanya mendengarkan atau tampak tidak bersemangat.

Perubahan semacam ini menjadi pertanda bahwa tingkat keterlibatan sedang menurun dan bisa saja berhubungan dengan kelelahan mental.

Baca Juga: BRI Menanam – Grow & Green Pertegas Komitmen dan Konsistensi BRI Dalam Menerapkan Prinsip-Prinsip ESG

2. Penurunan kinerja dan ketepatan waktu

Karyawan yang biasanya bekerja tepat waktu mulai terlambat menyelesaikan tugas, dan ini bisa menjadi tanda burnout. Apalagi jika hasil pekerjaan jadi lebih banyak kesalahan.

Jika karyawan yang biasanya bisa diandalkan mulai kesulitan menyelesaikan tugasnya, bisa jadi itu bukan soal kemampuan. Namun, lebih karena energi dan semangat yang sedang menurun.

Kondisi seperti ini sering muncul ketika seseorang merasa kurang dukungan atau terlalu terbebani oleh tanggung jawab.

Halaman:

Tags

Terkini