Pendapatan yang diterima pekerja per bulan berkisar antara 130.000 Yen (sekitar Rp14 juta) hingga 2,3 juta Yen (sekitar Rp261 juta), tergantung pada jenis pekerjaan dan posisinya.
Pendapatan yang lebih tinggi biasanya diperoleh oleh pekerja di posisi manajerial atau mereka yang memiliki keterampilan khusus dan pengalaman panjang.
Gaji median secara nasional
Apa itu gaji median? Ini merupakan angka tengah dari keseluruhan distribusi penghasilan, yang berarti separuh pekerja mendapatkan gaji lebih rendah dan separuh lainnya lebih tinggi dari angka tersebut.
Gaji median biasanya dianggap sebagai ukuran yang lebih tepat daripada rata-rata karena tidak berpengaruh secara signifikan oleh nilai-nilai ekstrem di kedua ujung spektrum penghasilan.
Di 2025, nilai median gaji bulanan di Jepang tercatat sebesar 472.000 Yen, yang setara dengan sekitar Rp53 juta.
Baca Juga: Arcus Project, Kesempatan untuk Tinggal dan Memproduksi Karya Seni selama 90 Hari di Jepang!
Upah minimum di jepang
Lalu, bagaimana dengan upah minimum? Di Jepang, upah minimum ditentukan oleh Dewan Upah Minimum Regional yang berwenang di setiap wilayah.
Rata-rata nasional saat ini berada di angka sekitar 931 Yen per jam atau sekitar Rp105 ribu.
Di Tokyo, yang merupakan pusat bisnis terbesar di Jepang, upah minimum ditetapkan lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, yakni sekitar 1.113 Yen per jam atau setara dengan Rp126 ribu.
Meskipun gajinya besar, tetapi kamu harus tahu bahwa biaya hidup di sana juga besar. Meskipun tergantung pada lokasi, gaya hidup, dan kebutuhan individu.
Jika masih sendiri, kamu bisa menghabiskan sekitar 150 ribu – 250 ribu Yen atau sekitar Rp16 juta – Rp28 juta per bulan.
Namun, jika dengan keluarga, pengeluaran bulanan bisa mencapai 600 ribu Yen atau sekitar Rp67 juta.
Jadi, apakah kamu masih tertarik bekerja di Jepang? ***