PejuangKantoran.com - Beberapa bulan terakhir, mencari pekerjaan terasa makin sulit. Apakah kamu merasakannya juga?
Meski lowongan kerja mudah ditemukan, tetapi proses melamar tak semulus yang dibayangkan. Mungkin kamu sudah mengirim ratusan lamaran, memperbaiki CV, dan memperluas koneksi, tetapi belum juga mendapat hasil.
Ini membuat kamu merasa seperti ada penghalang tak terlihat yang membuat peluang kerja hanya bisa dilihat dari kejauhan, tanpa benar-benar bisa dijangkau.
Situasi ini yang semakin umum terjadi disebut dengan glass wall atau tembok kaca. Ini menggambarkan kondisi saat usaha keras tidak membuahkan respons dan semua peluang terasa tertutup rapat.
Hambatan bukan berarti tidak mampu
Lambatnya proses rekrutmen belakangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kondisi ekonomi yang tidak menentu, yang mendorong perusahaan bersikap lebih selektif dalam merekrut.
Di sisi lain, sebagian perusahaan mulai bereksperimen dengan teknologi seperti AI untuk menggantikan beberapa peran tertentu.
Dampaknya, proses rekrutmen menjadi lebih lambat dan jumlah posisi yang tersedia pun semakin sedikit.
Terlebih lagi sistem perekrutan modern yang berbasis teknologi sering menimbulkan jarak emosional.
Ini membuat perekrut harus menyaring ribuan pelamar dalam waktu singkat sehingga proses seleksi terasa sangat mekanis.
Baca Juga: Kerja Seharian di Depan Layar? Lakukan 5 Kebiasaan Sederhana Ini untuk Meredakan Kelelahan Mata
Situasi ini membuat banyak pelamar merasa tidak dipertimbangkan secara utuh sebagai individu yang memiliki potensi.
Perlu diingat bahwa tidak mendapat respons bukan berarti kamu tidak memenuhi kriteria. Ini karena hambatan berasal dari faktor luar yang berada di luar kendali.
Kamu hanya bisa terus bergerak, menjaga konsistensi, dan tidak menyalahkan diri sendiri.
Koneksi sosial bisa membuka peluang baru