Jika atasan suka menyindir di depan umum, membanding-bandingkan, atau terus-menerus mencari kesalahan, itu termasuk bullying terselubung.
Cara menghadapinya: Simpan bukti, seperti email atau chat. Kalau memungkinkan, laporkan ke HRD. Jika tak ada perubahan, lebih baik cari tempat kerja lain yang lebih sehat.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Dibuka! Kesempatan Emas Raih Mimpi hingga ke Luar Negeri
5. Suka cari kambing hitam
Kalau ada masalah, orang seperti ini akan mencari kesalahan kamu dengan mengatakan: “Itu bukan salah saya. ‘Kan kamu yang handle.” Padahal jelas-jelas bukan kamu pelakunya.
Cara menghadapinya: Tanyakan detail tanggung jawab kamu, lalu minta dijelaskan apa sebenarnya kesalahan kamu. Kadang, dengan meminta klarifikasi, mereka jadi sulit menyalahkan.
6. Menghina atau meledek
Entah itu soal penampilan, status, atau latar belakang pribadi, semua bisa jadi bahan komentar. Misalnya, “Pantes aja kamu telat terus, anak kos, ya?”
Cara menghadapinya: Jangan biarkan komentar seperti ini terus terjadi karena sudah termasuk pelecehan verbal. Laporkan, atau bila tak memungkinkan, keluar saja dari lingkungan itu.
7. Menyerang lewat email
Di depan kamu manis, tetapi lewat email isinya kritik pedas semua. Bahkan kadang CC ke banyak orang.
Baca Juga: Bank Syariah Muhammadiyah Siap Diresmikan, Menyasar Jalur Permodalan yang Lebih Mudah Diakses
Cara menghadapinya: Simpan semua email tersebut. Jika perlu, forward ke email pribadi kamu untuk dokumentasi. Saat serangan sudah personal, konsultasikan ke HRD atau cari perlindungan secara formal.
Intinya, perilaku pasif-agresif bisa jadi halus dan susah dikenali, tetapi tetap memiliki dampak nyata.
Ini bisa membuat kamu merasa tidak dihargai, cemas, bahkan mempertanyakan diri sendiri. Namun, ingatlah bahwa ini bukan salah kamu.