Namun, perlu diingat bahwa kerja lebih sedikit atau pura-pura cuek bukanlah solusi jangka panjang.
Intinya adalah pekerja hanya ingin merasa dihargai dan dimengerti, terutama oleh manajernya.
Perempuan butuh tantangan, bukan cuma santai
Satu hal lagi yang sering diabaikan: Perempuan sebenarnya tidak hanya mencari pekerjaan yang santai. Justru banyak yang ingin merasa tertantang dan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Data menunjukkan bahwa 62% perempuan menganggap penting untuk bisa “melakukan yang terbaik” di pekerjaan mereka berikutnya, bahkan lebih penting dari sekadar keamanan kerja.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang hanya mencapai 52%.
Ternyata, ini semua berhubungan dengan kesejahteraan.
Ketika seseorang melakukan hal yang dikuasai secara alami, mereka cenderung merasa lebih semangat, produktif, dan tidak mudah stres.
Baca Juga: Benarkah Dampak Negatif Jika Pacaran dengan Teman Sekantor Lebih Banyak Dialami Perempuan?
Pekerjaan terasa lebih “ringan” bukan karena tugasnya sedikit, tetapi karena mereka menikmati dan mahir dalam hal itu.
Jadi, kalau perusahaan ingin mendukung kesejahteraan karyawan perempuan, salah satu cara terbaik adalah dengan membantu mereka menemukan kekuatan dan bakat alaminya.
Lalu, sesuaikan peran atau tugas mereka agar lebih cocok dengan apa yang mereka kuasai dan sukai.
Dorong mereka untuk mengejar proyek atau tantangan yang membuat bersemangat. Ini karena, kadang, justru tantangan yang pas bisa membuat pekerjaan terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Intinya?
Jadi, jangan buru-buru menilai seseorang malas hanya karena mereka ingin bekerja dengan lebih santai atau seimbang.